BogorOne.co.id | Kota Bogor – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor tengah menyiapkan Pasar Jambu Dua untuk mengikuti sejumlah lomba tingkat nasional pada 2025. Pasar tersebut ditunjuk mewakili Kota Bogor dalam penilaian Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat, Pasar Sehat, serta mendukung target Adipura.
Direktur Utama PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin, mengatakan pemilihan Pasar Jambu Dua dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan sarana prasarana serta peluang besar untuk meraih predikat SNI.
“Untuk SNI, kita sedang mengupayakan berbagai perbaikan, mulai dari drainase, petunjuk arah, akses disabilitas, hingga kebersihan, kenyamanan, dan keamanan pasar. Tim penilai sudah dua hingga tiga kali meninjau, dan kita terus melengkapi kekurangannya,” ujar Jenal, Kamis (28/8/2025).
Tahun sebelumnya, Pasar Gunung Batu berhasil meraih predikat SNI. Menariknya, Kepala Unit Pasar Jambu Dua saat ini, Iwan Arief Budiman, merupakan figur yang sukses membawa Pasar Gunung Batu meraih prestasi tersebut. “Mudah-mudahan bisa kembali mengulang capaian itu,” kata Jenal.
Selain SNI, PPJ juga menargetkan Pasar Jambu Dua dapat mendukung Pemkot Bogor dalam penilaian Kota Sehat dan predikat Adipura. “Pasar ini harus bisa diakses dengan nyaman oleh masyarakat, baik dari sisi kesehatan, kebersihan, maupun fasilitas umum. Kalau pasar sudah ber-SNI, dampaknya positif bagi citra Kota Bogor,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada lomba, PPJ juga tengah menyiapkan relokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari. Dari total 1.140 kios di Jambu Dua, sekitar 30–40 persen sudah ditempati pedagang, terutama di lantai dasar.
“Relokasi dimulai 31 Agustus. Kami sudah lebih dari 30 kali bertemu paguyuban pedagang, dan alhamdulillah mereka mendukung revitalisasi. Harapannya, akhir September seluruh pedagang sudah menempati kios di Jambu Dua dan Sukasari,” ungkapnya.
Jenal mengakui, tantangan terbesar ada pada komunikasi dan kesiapan pedagang, termasuk renovasi kios dan persoalan kredit. Meski begitu, ia optimistis proses ini segera rampung.
“Besar harapan kami, akhir September semuanya sudah clear. Pedagang pindah, pasar siap, dan penilaian SNI bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post