BogorOne.co.id | Kota Bogor – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor menyoroti keputusan DPR RI yang menyetujui kenaikan tunjangan dan fasilitas anggota dewan, menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
Dalam pernyataan sikap yang dirilis Jumat (29/8/2025) dini hari, HMI Cabang Bogor menyebut kenaikan tunjangan itu menunjukkan sikap elitis politik yang tidak memiliki empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Kenaikan tunjangan anggota DPR RI adalah tamparan bagi rakyat miskin dan pengangguran. Ini bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Bogor, Fathan Putra Mardela.
Selain menyoroti tunjangan DPR, HMI Cabang Bogor juga mengecam tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi yang dianggap damai. Menurut mereka, tindakan aparat tersebut menunjukkan kemunduran demokrasi.
“Aparat yang seharusnya melindungi rakyat justru bertindak sewenang-wenang. Ini tidak bisa dibenarkan,” tambah Fathan.
Sebagai bentuk kekecewaan, HMI Cabang Bogor mendesak Presiden untuk mencopot Kapolri dan Kapolda yang dianggap gagal menjalankan tugas menjaga keamanan secara adil. Mereka bahkan menyerukan pembubaran DPR RI sebagai simbol kekecewaan terhadap lembaga legislatif.
“Kami menuntut tindakan tegas: copot Kapolri dan Kapolda, serta bubarkan DPR RI yang tidak lagi berpihak kepada rakyat. Ini bukan sekadar pernyataan, ini adalah peringatan,” tegas pernyataan tersebut.
HMI Cabang Bogor memastikan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan dalam waktu dekat dan menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk ikut bersuara menolak ketidakadilan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post