BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mengungkapkan bahwa cadangan emas di tambang bawah tanah Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini hanya tersisa sekitar 5 ton.
Tambang yang berlokasi di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, itu saat ini telah memasuki fase pascatambang, meski diperkirakan masih ada sumber daya emas sekitar 26 ton.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arianto Sabtonugroho, mengatakan pihaknya menjaga produksi emas Pongkor tetap stabil di kisaran 1 ton per tahun.
“Ini konsisten dengan rencana utama kami untuk memproduksi sisa cadangan emas yang ada, yakni sekitar 5 ton,” ujar Arianto dalam public expose, Kamis (11/9/2025), dikutip dari BloombergTechnoz.
Sepanjang Januari–Juni 2025, realisasi produksi emas dari blok Pongkor tercatat 400 kilogram. ANTAM menargetkan produksi emas Pongkor mencapai 1 ton hingga akhir tahun ini.
Meski cadangan kian menipis, Arianto menegaskan bahwa fokus utama ANTAM di sektor emas tidak hanya terbatas pada tambang, tetapi juga pada aktivitas hilirisasi, seperti pemurnian dan penjualan logam mulia.
Data semester I-2025 menunjukkan penjualan emas ANTAM melonjak 163% year on year, mencapai Rp49,54 triliun atau setara 84% dari total pendapatan perusahaan.
Seiring cadangan Pongkor yang menurun, ANTAM kini semakin bergantung pada impor emas. Pada paruh pertama 2025, impor menyumbang 78% pasokan emas, sedangkan produksi domestik hanya 22%.
Untuk mengurangi ketergantungan ini, ANTAM mempercepat pembangunan pabrik pencetakan emas di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Pabrik tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 5 juta keping logam mulia batangan, koin, dan emas industri per tahun.
Selain itu, ANTAM juga telah menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk suplai sekitar 30 ton emas dari fasilitas precious metal refinery (PMR) yang menjadi bagian dari smelter tembaga di Gresik.
Dengan cadangan Pongkor yang semakin menipis, ANTAM kini membidik potensi tambang emas baru di sejumlah daerah, mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara, sebagai bagian dari strategi ekspansi ke depan.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post