Oleh : Firdaus Roy
Sekretaris Jenderal Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI)
Hari Tani Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 September adalah momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk kembali menegaskan komitmen terhadap kesejahteraan kaum tani sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Bagi Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI), peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan panggilan sejarah untuk memperjuangkan hak-hak petani agar hidup lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.
Sejak dahulu, petani menjadi penopang kehidupan bangsa. Namun hingga kini, mereka masih menghadapi beragam persoalan struktural keterbatasan akses tanah, harga hasil pertanian yang tidak stabil, minimnya perlindungan dari tengkulak dan impor pangan, serta lemahnya keberpihakan kebijakan negara.
Memaknai Hari Tani Nasional tahun 2025, Gerakan Tani Syarikat Islam menyerukan
1. Pemerintah harus meneguhkan keberpihakan nyata kepada petani melalui kebijakan agraria yang adil, subsidi pertanian yang tepat sasaran, serta jaminan harga beli hasil panen yang layak.
2. Penguatan koperasi tani dan kelembagaan petani sebagai basis kemandirian ekonomi, agar petani tidak lagi bergantung pada sistem rente dan tengkulak.
3. Reformasi agraria sejati sebagai landasan pembangunan pedesaan yang berkeadilan, dengan redistribusi tanah produktif bagi petani kecil.
4. Peningkatan kapasitas teknologi dan inovasi pertanian agar petani mampu bersaing di era modern dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Gerakan Tani Syarikat Islam menegaskan, kesejahteraan petani bukan sekadar janji politik, tetapi kewajiban konstitusional negara untuk memastikan pangan rakyat tersedia, terjangkau, dan berdaulat.
Hari Tani Nasional 2025 harus menjadi momentum pemerintah untuk turun tangan secara serius, bukan hanya memberi janji, tetapi menghadirkan kebijakan nyata yang mensejahterakan petani Indonesia.
Petani Sejahtera, Negara Kuat!
Bersama GERTASI Syarikat Islam, Kita Wujudkan Keadilan Agraria dan Kedaulatan Pangan.
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post