BogorOne.co.id | Kota Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sedikitnya 20 titik bencana terjadi di berbagai wilayah Kota Bogor. Data ini dihimpun dari laporan warga hingga Selasa 23 September 2025 dan diperkirakan masih ada beberapa titik yang belum tercatat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko PS, menjelaskan bencana dipicu oleh curah hujan tinggi disertai angin kencang yang berlangsung sekitar 3–4 jam. “Kejadiannya meliputi pohon tumbang hingga atap rumah warga yang beterbangan,” ujarnya.
Kecamatan Bogor Utara menjadi wilayah paling terdampak. Puluhan titik bencana ditemukan di kawasan ini. Meski begitu, warga bersama relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) bergerak cepat melakukan penanganan darurat sejak awal kejadian.
“Sebagian warga langsung melakukan penanganan. Relawan Keltana sudah siaga membantu langkah-langkah awal pascabencana,” tambah Dimas.
BPBD bersama TNI, Polri, dan aparatur wilayah turun tangan segera setelah kejadian. Hingga Selasa pagi, sebagian besar pembersihan dan penanganan darurat sudah rampung. Fokus kini beralih pada rekonstruksi pascabencana.
Bagi warga yang rumahnya tidak layak huni, seperti di Kelurahan Menteng, pemerintah kota menyarankan agar mereka sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga atau menyewa kontrakan terdekat.
Meski kerusakan cukup masif, kabar baiknya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. “Akselerasi dari seluruh potensi penanganan dapat berjalan dengan baik. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” tegas Dimas.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien























Discussion about this post