BogorOne.co.id | Kota Bogor – DPRD Kota Bogor menyiapkan anggaran hampir Rp3 miliar untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pelatihan keterampilan pada 2026.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengatakan alokasi anggaran tersebut disahkan sebagai bagian dari dukungan legislatif terhadap penguatan sektor UMKM yang dinilai berperan besar dalam menopang perekonomian daerah.
“Secara nyata, tahun ini kami menganggarkan hampir Rp3 miliar untuk pelatihan peningkatan skill UMKM,” kata Adityawarman saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pelaku UMKM yang digelar Paguyuban UMKM Kota Bogor di Ruang INDEX, Indibiz Telkom Padjajaran, Kota Bogor, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurut dia, program pelatihan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun. Setelah gelombang pertama terlaksana, kegiatan serupa direncanakan kembali digelar setelah Hari Raya Idulfitri.
Adityawarman menilai UMKM merupakan sektor yang memiliki peran strategis karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di Kota Bogor.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian Kota Bogor yang paling banyak menyerap tenaga kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD bersama Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (KUKMDagin) akan terus mendorong penguatan sektor UMKM, baik melalui kebijakan maupun dukungan anggaran.
Adityawarman juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam membangun perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM.
“Membangun Kota Bogor tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Ini membutuhkan sinergi dari semua pihak,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas KUKMDagin Kota Bogor, Devie, menilai pelaku usaha perlu terus meningkatkan inovasi dan kemandirian dalam mengembangkan usahanya.
Menurut dia, banyak pelaku UMKM mengalami kegagalan bukan semata karena lemahnya pemasaran, melainkan akibat kurangnya pemahaman dalam pengelolaan keuangan.
“Banyak UMKM yang gagal bukan karena kurangnya pemasaran, melainkan karena minimnya pengetahuan dalam pengelolaan keuangan,” ujar Devie.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post