BogorOne.id | Caringin – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari dapur MBG Cisalopa menuai keluhan dari pihak guru SDN Cinagara 2, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin. Pasalnya, menu yang disajikan dinilai kurang variatif dan cenderung hanya telur serta ayam sebagai lauk utama.
Mala Hayati, salah seorang guru SDN Cinagara 2, mengatakan sekolahnya mulai menerima program MBG sejak awal September. Meski sempat terkendala pada awal distribusi, kini pengiriman sudah lancar. Namun, variasi menu menjadi perhatian penting.
“Menu yang disajikan untuk 226 siswa kami hampir setiap hari hanya bergantian telur dan ayam. Pernah juga ada nasi goreng dan nasi kuning, tapi sangat jarang. Anak-anak bisa cepat bosan kalau lauknya hanya itu-itu saja,” ujar Mala, Rabu 01 Oktober 2025.
Ia menambahkan, sebelum makanan dibagikan, pihak sekolah bersama orang tua siswa selalu melakukan pemeriksaan isi ompreng MBG. Bahkan, pernah ditemukan ayam kriuk dalam kondisi tidak layak konsumsi sehingga tidak dibagikan kepada siswa.
“Waktu itu langsung tidak kami bagikan. Anak-anak hanya makan nasi, sayur, buah, dan susu,” jelasnya.
Mala juga mengungkapkan bahwa pola makan siswa berbeda-beda, dipengaruhi kebiasaan dan kondisi ekonomi keluarga. Beberapa siswa dengan latar belakang ekonomi menengah ke atas bahkan tidak memakan ayam maupun telur, hanya mengonsumsi buah dan susu.
“Harapan kami, pihak dapur MBG Cisalopa bisa lebih kreatif dalam menyajikan menu. Jangan sampai anak-anak merasa bosan dengan menu yang monoton. Kalau masalah makanan basi biasanya mudah terdeteksi karena kami selalu mengecek sebelum dibagikan,” tegasnya.
Guru SDN Cinagara 2 pun berharap ke depan program MBG tidak hanya menekankan pada ketersediaan, tetapi juga kualitas dan variasi menu, agar benar-benar bermanfaat bagi tumbuh kembang siswa.
Guru SDN Cinagara 2 Didampingi Babinkamtibmas di Desa Cinagara Kecamatan Caringin meminta pihaknya dapur menyuguhkan menu MBG.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post