BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Tugu Helikopter Puma S.A-330 di kawasan Simpang Sentul, Cibinong, yang diresmikan akhir Juli lalu, kini menjadi magnet baru bagi warga. Setiap hari, masyarakat terlihat berhenti sejenak untuk berswafoto, beristirahat, hingga sekadar mengabadikan momen dengan latar helikopter ikonik tersebut. Namun, ketiadaan fasilitas pendukung, seperti taman dan lahan parkir, membuat pengalaman itu terasa kurang nyaman.
Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mewacanakan pembangunan taman di sekitar tugu. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menuturkan pihaknya tengah mengkaji rencana tersebut.
“Kita sedang mengintip pembuatan taman yang di sebelah Tugu Helikopter,” kata Eko, Jumat, 3 Oktober 2025.
Menurut Eko, pembahasan terkait konsep masih berlangsung. “Nanti, untuk konsep ke depannya akan dibuat seperti apa, itu masih dibicarakan,” ujarnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk mempercantik kawasan Cibinong Raya.
“Biar lebih cantik nanti di perempatan kawasan Kandang Roda, termasuk pintu masuk Jalan Soekarno-Hatta atau keluar Tol Sentul,” kata Eko.
Tugu Helikopter Puma dibangun sebagai penanda identitas kawasan sekaligus penghormatan atas sejarah. Helikopter jenis ini, yang dikenal tangguh pada masa operasi militer dan kemanusiaan, diabadikan dalam bentuk monumen di tengah simpang lalu lintas utama.
Pembangunannya menelan biaya Rp 600 juta, dengan Rp 200 juta berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan Eiger, sementara Rp 400 juta sisanya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.
Sejak diresmikan pada 25 Juli 2025, tugu itu kerap menjadi tujuan singgah warga, terutama anak muda yang mencari latar foto unik.
Tidak sedikit pula keluarga yang berhenti sejenak saat melintas, meski harus berdesakan di pinggir jalan karena tidak tersedia ruang terbuka maupun parkir yang memadai.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post