BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor menghadirkan ajang Anugerah Jurnalistik Istimewa 2025, kompetisi bagi pelajar dan mahasiswa untuk menumbuhkan semangat jurnalistik yang kritis, kreatif, dan beretika di tengah arus informasi digital.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bogor Raya, dengan total hadiah mencapai Rp30 juta.
Ketua Panitia, Iman Rahman Hakim, mengatakan ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah pembentukan karakter jurnalistik generasi muda.
“Kami ingin menumbuhkan keberanian anak muda untuk menyuarakan ide dan membangun semangat kritis di tengah banjir informasi digital,” ujar Chamonk sapaan akrabnya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Kompetisi ini terbuka bagi pelajar SLTA/MA/SMK sederajat dan mahasiswa aktif, dengan tiga kategori utama, yakni karya tulis jurnalistik, fotografi jurnalistik, dan videografi jurnalistik.
Tahun ini, tema yang diusung adalah “Gelora Olahraga dan Pariwisata”. Peserta ditantang mengeksplorasi potensi lokal di Kabupaten Bogor dan sekitarnya, mulai dari tokoh olahraga desa, destinasi wisata tersembunyi, hingga kisah inspiratif komunitas masyarakat.
Karya peserta harus orisinal, belum pernah dilombakan, serta tidak mengandung unsur SARA atau politik. Untuk kategori foto dan video, panitia menegaskan karya wajib dibuat tanpa bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Batas pengumpulan karya ditetapkan hingga 25 November 2025.
Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedi Firdaus, mengatakan kompetisi ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam menumbuhkan generasi jurnalis yang berintegritas dan berjiwa sosial.
“Kami ingin menanamkan nilai dasar jurnalisme: kejujuran, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kebenaran. Dunia jurnalistik bukan sekadar mengejar sensasi, tetapi menghadirkan informasi yang mencerahkan,” ujar Dedi.
Ketua IJTI Korda Bogor Raya, Niko, menilai kolaborasi lintas organisasi ini menjadi bentuk regenerasi pewarta muda.
“Anugerah Jurnalistik Istimewa 2025 bukan hanya lomba, tetapi ruang pembelajaran yang membentuk cara berpikir kritis dan empati sosial,” ujarnya.
Melalui kerja sama antara PWI, IJTI, dan SMSI Bogor Raya, ajang ini diharapkan menjadi langkah konkret melahirkan jurnalis muda yang tajam dalam analisis, santun dalam penyampaian, dan berjiwa nasionalis.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post