BogorOne.id | Cigombong – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Cigombong, Kabupaten Bogor, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Komoditas daging ayam dan telur ayam menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan harga mencapai 30 persen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging ayam potong kini dijual di kisaran Rp38.000 hingga Rp45.000 per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp32.000 per kilogram.
Sementara harga telur ayam yang semula berada di angka Rp27.000, kini naik menjadi Rp31.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini membuat omzet para pedagang menurun karena daya beli masyarakat berkurang.
Ilham, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Cigombong, mengaku penjualan menurun sejak dua bulan terakhir.
“Harga daging ayam naik terus setiap minggu. Sekarang sudah sampai Rp45 ribu per kilo. Pembeli jadi berkurang,” ujarnya, Rabu 22 Oktober 2025.
Hal senada diungkapkan Wahyu, pedagang telur ayam. Ia mengatakan, kenaikan harga menyebabkan keresahan di kalangan pedagang karena berdampak langsung pada penjualan.
“Sekarang pembeli banyak yang mengurangi jumlah belanja, omzet pun turun. Semoga harga bisa stabil lagi,” ucapnya.
Santi, seorang ibu rumah tangga asal Cigombong, mengaku kenaikan harga tersebut cukup memberatkan.
“Harga ayam dan telur naik, kerasa banget buat kebutuhan dapur. Mudah-mudahan segera turun,” katanya.
Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam ini diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan dari peternak menurun.
Kondisi ini juga disebut sebagai dampak dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan kebutuhan bahan baku seperti ayam dan telur.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat menyalurkan bahan baku untuk program MBG melalui pasar tradisional agar ekonomi lokal tetap berputar dan harga bisa lebih terkendali.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien


























Discussion about this post