BogorOne.id | Kabupaten Bogor – Kelangkaan bahan material alam maupun material cor beton yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, meminta para kontraktor agar tetap mengutamakan kualitas dan kuantitas pekerjaan meski di tengah kondisi kelangkaan material akibat dampak penutupan sejumlah tambang.
Menurut Suryanto, saat ini banyak kontraktor mengalami kesulitan memperoleh bahan cor beton jenis ready mix (trealmix) karena sejumlah batching plant tidak mampu lagi menyuplai akibat keterbatasan bahan baku.
“Iya, kalau memang terpaksa menggunakan cor beton yang belum trealmix namun kualitasnya tetap sesuai spesifikasi PUPR, silakan dikomunikasikan dengan pejabat pembuat komitmen (PPK),” kata Suryanto Putra saat dihubungi, Jumat 24 Oktober 2025.
Suryanto menegaskan, pihaknya memahami kondisi di lapangan, namun pelaksanaan pekerjaan harus tetap berpedoman pada standar mutu dan spesifikasi teknis agar hasil pembangunan tidak menurun.
Sementara itu, Ridwan, salah satu penanggung jawab lapangan proyek, berharap Dinas PUPR memberikan kebijakan sementara yang mempermudah percepatan pekerjaan tanpa mengorbankan kualitas.
“Kami sudah keliling mencari cor beton ready mix, tapi semua batching plant tidak sanggup karena kekurangan bahan baku,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, sejumlah penyedia lokal masih bisa memproduksi cor beton dengan kualitas sesuai spesifikasi, namun belum berstatus ready mix. Sayangnya, hal itu belum mendapat respons dari pihak PUPR.
“Kami juga bingung, ada yang sanggup dengan kualitas bagus sesuai spesifikasi, tapi belum ready mix. PUPR malah tidak menanggapi. Padahal tujuannya agar pekerjaan bisa cepat selesai dan pekerja tidak banyak menganggur,” tegasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post