BogorOne.co.id | Kota Bogor – DPRD Kota Bogor meminta penanganan perlintasan kereta sebidang dimasukkan ke dalam prioritas pembangunan daerah tahun 2027. Langkah itu dinilai mendesak menyusul masih tingginya risiko kecelakaan di sejumlah titik perlintasan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Karnain Asyar mengatakan keberadaan perlintasan sebidang membuat keselamatan pengguna jalan sulit dijamin. Menurut dia, selama jalan umum masih berpotongan langsung dengan rel kereta, ancaman kecelakaan tetap terbuka.
“Selagi masih ada simpang sebidang antara jalan umum dengan rel kereta, kata aman dalam penyelenggaraan jalan sangat sulit diwujudkan,” kata Karnain, Jumat, 1 Mei 2026.
Data Dinas Perhubungan Kota Bogor mencatat terdapat sedikitnya 10 perlintasan kereta sebidang di wilayah tersebut. Dua di antaranya belum dilengkapi palang pintu.
Karnain menilai kondisi itu membuka peluang pengendara menerobos lintasan. Ia juga menyoroti adanya titik perlintasan yang masih mengandalkan swadaya masyarakat untuk pengamanan.
Menurut dia, pemerintah semestinya hadir melalui penempatan petugas resmi dari PT Kereta Api Indonesia maupun Dinas Perhubungan, bukan membiarkan warga melakukan penjagaan mandiri.
“Bukan membiarkan masyarakat secara mandiri melakukan penanganan tanpa ada upaya dari pemerintah, apakah itu PT KAI atau Dishub,” ujarnya.
Ia mendorong agar Pemerintah Kota Bogor menyiapkan anggaran pembebasan lahan melalui APBD, kemudian menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan underpass atau flyover di titik rawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Sujatmiko Baliarto mengatakan saat ini pihaknya terus mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur kereta.
“Wajib berhenti sebelum melintas rel. Tengok kiri dan kanan, pastikan tidak ada kereta yang akan lewat,” kata Sujatmiko.
Ia juga meminta pengendara tidak menggunakan telepon genggam maupun headset saat berkendara. Jika kendaraan mogok di atas rel, pengemudi diminta segera meninggalkan kendaraan dan menjauh dari jalur kereta.
“Ingat, kereta tidak bisa mengerem mendadak. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” kata dia.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post