BogorOne.co.id | Tokyo – Aktor ikonik Mortal Kombat Cary-Hiroyuki Tagawa, tutup usia pada 75 tahun di Santa Barbara, dikelilingi keluarga yang menemaninya pada detik-detik terakhir. Sosok yang melekat di ingatan publik sebagai Shang Tsung dalam Mortal Kombat itu pergi setelah berjuang melawan komplikasi stroke.
Margie Weiner, manajernya, mengenang Tagawa sebagai pribadi yang hangat dan total pada pekerjaannya.
“Cary adalah sosok langka: murah hati, penuh perhatian, dan tak henti-hentinya berkomitmen pada seni peran. Kehilangannya tak tergantikan,” ujar Weiner dikutip dari CNA, Sabtu, 6 November 2025.
Perjalanan Tagawa di dunia film dimulai relatif terlambat. Ia baru menjejakkan kaki di industri pada usia 36 tahun, setelah sebelumnya bekerja sebagai petani seledri, sopir limusin, pengantar pizza, hingga pewarta foto. Namun langkahnya cepat menanjak.
Debut besarnya hadir lewat The Last Emperor (1987), film garapan Bernardo Bertolucci yang meraih Oscar. Setelah itu, wajahnya kerap muncul di sejumlah produksi besar seperti Pearl Harbor, Planet of the Apes, dan License to Kill. Perannya sebagai antagonis Shang Tsung membuat namanya melompat dan diingat lintas generasi.
Tagawa, yang lahir di Tokyo, besar di wilayah selatan Amerika Serikat mengikuti tugas sang ayah, seorang prajurit kelahiran Hawaii. Ia sempat menetap di Honolulu dan Pulau Kauai sebelum menapaki karier yang membawanya ke panggung global.
Di balik karismanya sebagai aktor laga, Tagawa juga vokal soal representasi Asia di Hollywood. Dalam wawancara dengan Midweek pada 2005, ia melihat perubahan yang berjalan lambat. “Situasinya lebih baik dari sebelumnya, tetapi belum banyak berubah. Peluang belum banyak bertambah, meski secara komersial ada lebih banyak eksposur,” katanya saat itu.
Karier panjangnya tak sepenuhnya lepas dari kontroversi. Pada 2008, ia mengaku bersalah atas dakwaan pelanggaran ringan setelah menyerang kekasihnya di Honolulu. Polisi menyebut korban mengalami memar di kaki.
Meski demikian, bagi banyak penggemarnya, Tagawa adalah ikon: aktor dengan tatapan tajam, suara berat, dan dedikasi yang tak lekang. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang yang sulit disamai.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post