BogorOne.co.id | HANGZHOU – Sejarah besar tercipta pada babak final BWF World Tour Finals 2025. Pebulu tangkis Prancis, Christo Popov, menutup pekan yang tak terlupakan dengan mengangkat gelar terbesar dalam kariernya setelah menumbangkan raksasa tuan rumah di Hangzhou.
Pemain berusia 23 tahun tersebut menyempurnakan penampilan impresifnya dengan mengalahkan juara bertahan asal Tiongkok, Shi Yu Qi, lewat kemenangan dua gim langsung 21-19 dan 21-9. Kemenangan ini mencatatkan nama Popov sebagai pemain Prancis pertama yang berhasil merajai sektor tunggal putra di ajang BWF World Tour Finals.
Dominasi dan Ketenangan Popov
Popov tampil dengan ketenangan luar biasa, keunggulan fisik yang prima, serta kepercayaan diri yang tinggi di hadapan publik lawan. Di sisi lain, Shi Yu Qi tampak mulai kesulitan secara fisik setelah melewati pekan yang melelahkan, terutama pada gim kedua.
Meski kondisi fisik lawan menurun, hal itu tidak mengurangi apresiasi terhadap pencapaian Popov. Pemain kidal ini tetap fokus, mengendalikan tempo permainan dengan sangat baik, dan mengunci kemenangan dengan cara yang sangat meyakinkan.
Christo Popov meninggalkan Hangzhou dengan status tak terkalahkan. Ia berhasil melewati fase grup yang disebut-sebut sebagai salah satu grup “neraka” sebelum akhirnya menunjukkan performa dominan secara berturut-turut di babak gugur.
Konsistensi dan persiapan fisiknya menjadi nilai tambah utama sepanjang turnamen. Gelar ini bukan sekadar gelar World Tour pertamanya di tahun 2025, melainkan juga kemenangan perdana dalam kariernya di tanah Asia sekaligus pencapaian tertinggi sejauh ini.
Momen Penting Bulu Tangkis Eropa
Bagi bulu tangkis Eropa, kemenangan ini merupakan tonggak sejarah baru. Christo Popov kini sejajar dengan Viktor Axelsen dan Anders Antonsen sebagai pemain Eropa yang sukses meraih gelar bergengsi di turnamen penutup musim.
Hal ini sekaligus mempertegas kekuatan dan kedalaman sektor tunggal putra benua biru di kancah dunia.
An Se Young Samai Rekor Kento Momota
Di sektor tunggal putri, sejarah juga tercipta melalui aksi luar biasa An Se Young. Superstar Korea Selatan ini berhasil meraih gelar ke-11 sepanjang tahun 2025 setelah memenangi laga maraton melawan wakil Tiongkok, Wang Zhi Yi, dengan skor 21-13, 18-21, dan 21-10.
Dengan kemenangan dramatis ini, An Se Young kini bergabung dengan Kento Momota sebagai pemain tunggal dengan jumlah gelar juara terbanyak dalam satu musim kompetisi.
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post