BogorOne.co.id | Pangkep – Tim SAR gabungan mengevakuasi satu jenazah pramugari dari enam korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan, Kamis (22/1/2026). Korban diketahui berprofesi sebagai pramugari dan ditemukan dalam kondisi berpakaian lengkap.
Komandan Tim Elang 6, Letda Kavaleri FS Siregar, mengatakan jenazah korban ditemukan di pinggiran air terjun, tubuhnya tertahan kayu dan semak-semak, sekitar 500–600 meter dari puncak gunung. Medan di lokasi sangat ekstrem, dengan kemiringan lereng mencapai 80 derajat.
“Korban yang kami dapatkan itu perempuan. Posisinya berada di pinggiran air terjun, terbentur kayu, dan semak-semak menahan badan korban,” ujar Siregar dikutip dari beritasatu.com, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menambahkan jenazah sudah mengeluarkan bau tak sedap saat ditemukan, diduga akibat berada di lokasi sekitar lima hari.
Proses evakuasi dilakukan secara vertikal menggunakan metode katrol, melibatkan tim SAR, PT Vale, dan mahasiswa pecinta alam yang membuka jalur menuju lokasi.
“PT Vale berkoordinasi dengan kami terkait pohon yang dijadikan jangkar sekaligus mengevakuasi dengan katrol,” kata Siregar.
Di lokasi, tim hanya menemukan jenazah beserta pakaian dan sepatu korban, tanpa barang pribadi lainnya. Jenazah kemudian diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di Posko Tompo Bulu untuk dibawa ke RS Bhayangkara guna proses identifikasi lebih lanjut.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post