BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Cisarua, Kabupaten Bogor, dilakukan sebagai upaya menekan risiko banjir dan longsor di wilayah hilir, termasuk Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman pohon serentak serta pembangunan hutan kota di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, keberadaan hulu Ciliwung sangat vital bagi banyak wilayah, sehingga perawatannya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu daerah.
“Hulu Sungai Ciliwung ini milik kita semua. Memang berada di Kabupaten Bogor, tetapi yang harus merawat dan memeliharanya adalah seluruh masyarakat yang cinta alam, cinta lingkungan, dan cinta air. Ini kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Sungai Ciliwung mengalir dari kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, melintasi sejumlah wilayah hingga Bekasi dan DKI Jakarta. Kondisi hulu sungai sangat menentukan keberlangsungan sumber air, fungsi resapan, serta risiko bencana di hilir. Rudy juga mengajak daerah-daerah terdampak aliran sungai untuk ikut berkontribusi. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk “investasi air” demi masa depan bersama.
Senada, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Nur Ari Wardoyo menyatakan penanaman pohon dan pemulihan tutupan lahan di hulu DAS Ciliwung merupakan intervensi ilmiah yang efektif menurunkan risiko banjir dan longsor.
“Dampaknya memang tidak langsung terasa, tetapi ini langkah penting yang harus dimulai sekarang,” katanya.
Nur menekankan, pemulihan DAS Ciliwung membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, dari pemerintah hingga masyarakat dan komunitas lokal. Ia mengajak semua pihak tidak hanya menanam, tetapi juga merawat pohon dan menjaga tutupan hutan yang ada.
“Upaya ini adalah kerja kolektif. Kalau kita rawat bersama, dampaknya akan kembali kepada kita semua dalam bentuk lingkungan yang lebih aman, lestari, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post