BogorOne.co.id | Sukabumi – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi terbongkar setelah petugas memantau rekaman kamera pengawas di ruang kunjungan. Seorang perempuan muda berinisial AF, 20 tahun, ditangkap setelah diduga menyelundupkan 59 gram sabu untuk diberikan kepada kekasihnya yang merupakan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026. AF datang ke lapas untuk membesuk kekasihnya berinisial SIS, 21 tahun, narapidana kasus narkotika yang tengah menjalani hukuman delapan tahun penjara.
Menurut Budi, AF sempat lolos dari pemeriksaan awal di pintu masuk lapas. Petugas perempuan telah melakukan penggeledahan badan terhadap pengunjung sesuai prosedur.
“Petugas sudah melakukan pemeriksaan sangat selektif. Pengunjung bahkan diminta melompat untuk memastikan tidak ada barang yang disembunyikan, tetapi barang tersebut tidak jatuh. Diduga barang itu disimpan sangat dalam di tubuhnya,” kata Budi, dikutip dari beritasatu.com, Kamis, 12 Maret 2026.
Kecurigaan petugas muncul setelah memantau aktivitas AF dan SIS di ruang kunjungan melalui kamera pengawas. Dari rekaman CCTV, keduanya terlihat menunjukkan gerak-gerik yang dianggap tidak wajar.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan ulang terhadap SIS setelah sesi kunjungan berakhir. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan paket sabu yang dibungkus lakban hitam dan dilapisi alat kontrasepsi di saku baju narapidana tersebut.
Dari pemeriksaan awal, AF mengakui membawa sabu tersebut dengan cara menyembunyikannya di bagian tubuhnya untuk menghindari pemeriksaan di pintu masuk lapas.
Pihak lapas selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan hukum lebih lanjut. AF beserta barang bukti sabu telah diserahkan kepada aparat kepolisian.
Budi mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap pengunjung maupun warga binaan guna mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan berlapis, baik melalui pemeriksaan fisik maupun pemantauan teknologi,” ujarnya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post