BogorOne.co.id | Jakarta – Sejumlah negara, di antaranya Australia, India, Filipina, dan Brasil, dilaporkan tengah mengajukan permintaan impor pupuk Indonesia. Lonjakan minat tersebut dipicu gangguan jalur distribusi global setelah penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada rantai pasok pupuk dunia.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan perusahaan masih melakukan perhitungan ketat untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi kebutuhan petani dalam negeri tetap terjaga.
“Kita sedang hitung. Kalau hitungan harian seharusnya hari ini sudah bisa. Tetapi Pak Wamen tadi hitung lagi, hitung lagi,” ujar Rahmad kepada wartawan, Jumat, 17April 2026.
Rahmad menegaskan secara agregat tahunan, pasokan pupuk nasional masih berada dalam kondisi aman. Namun, menurut dia, aspek waktu distribusi menjadi faktor krusial agar tidak terjadi kelangkaan saat masa tanam.
“Kalau secara tahun aman. Tetapi kita mau memastikan timing-nya. Pupuk harus tersedia saat dibutuhkan,” katanya.
Ia menyebut stok pupuk nasional saat ini berada di kisaran 1,2 juta ton, ditopang produksi harian sekitar 25.000 ton urea dan 15.000 ton NPK. Dengan kapasitas tersebut, ia menilai ketersediaan pupuk masih mencukupi.
Di sisi lain, serapan pupuk harian tercatat sekitar 30.000 ton dan mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini, kata Rahmad, membuka peluang ruang ekspor.
“Serapan harian sudah mulai sedikit melandai, tidak setinggi pada Februari,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah disebut masih berhati-hati dalam mengambil keputusan ekspor. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan pola konsumsi, musim tanam, serta faktor cuaca.
“Artinya, jika dihitung dari total kapasitas produksi harian dengan penyerapan pupuk harian, terlihat ada window. Tetapi harus dihitung akurat, jangan sampai meleset,” kata Rahmad.
Ia menegaskan ekspor hanya akan dilakukan jika ada kepastian penuh bahwa kebutuhan domestik telah terpenuhi.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menerima kunjungan Duta Besar India dan Australia untuk Indonesia. Selain itu, Filipina dan Brasil juga disebut telah menjalin komunikasi untuk rencana impor pupuk dari Indonesia.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post