BogorOne.co.id | Kota Bogor – Aparatur wilayah Paledang bersama tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian seorang wanita yang diduga terjun dari tebing di Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, pada Jumat 24 April 2026 siang.
Keputusan ini diambil setelah tim menyimpulkan bahwa wanita tersebut diduga kuat menyelamatkan diri atau sengaja melarikan diri.
Lurah Paledang, Ali Firdaus, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyisiran di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda orang terjatuh seperti dahan patah atau bekas benturan. Sebaliknya, tim justru menemukan jejak aktivitas manusia di lahan landai di bawah tebing tersebut.
Kronologi Kejadian dan Kesaksian Warga
Informasi awal diterima pihak kelurahan pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Seorang saksi mata bernama Aprijal (25) melaporkan melihat seorang wanita dan laki-laki paruh baya sedang terlibat pertengkaran hebat di seberang SPPG, dekat BPK Penabur.
“Saksi melihat ada perempuan berusia sekitar 25 tahun dan laki-laki berusia sekitar 60 tahun dengan perawakan tinggi sedang berdebat. Tak lama, si perempuan terlihat melompat ke arah tebing,” ungkap Ali.
Namun, Ali menambahkan bahwa lokasi tersebut sebenarnya bukan jurang terjal, melainkan terdapat lahan landai yang biasa digunakan sebagai akses jalan oleh warga Kampung Ujung dan Kebon Manggis.
“Kami berpendapat perempuan itu kemungkinan melarikan diri dari laki-laki tersebut. Karena titik itu merupakan jalur yang cukup dipahami warga sekitar untuk akses penyelamatan atau jalan pintas,” jelasnya.
Pencarian Dihentikan Tanpa Temuan Korban
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, PMI, dan relawan sempat melakukan pencarian hingga Jumat dini hari pukul 02.00 WIB. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB dengan melakukan kroscek kepada saksi kedua, yakni seorang petugas keamanan Bank BNI bernama Farhan.
“Saksi security membenarkan keberadaan laki-laki di lokasi, namun ia tidak sempat melihat sosok perempuannya. Setelah penyisiran pagi hari, tim penolong tidak melihat adanya tanda-tanda orang jatuh atau dahan yang patah. Yang ada hanya jejak langkah manusia,” beber Ali.
Atas dasar temuan jejak langkah tersebut dan ketiadaan laporan warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, tim memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian pada Jumat siang.
“Saya sudah bagikan informasi ini di grup-grup warga, namun hingga saat ini belum ada laporan orang hilang. Jika nanti ada informasi baru, kami meminta warga segera melapor ke RT, RW, atau kelurahan,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien























Discussion about this post