BogorOne.co.id | Lebak – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat, 15 Mei 2026 sore, menyebabkan sedikitnya 37 rumah warga terdampak banjir dan longsor di lima kecamatan. Selain permukiman, bencana hidrometeorologi itu juga merusak infrastruktur dan merendam 50 hektare sawah di Kecamatan Muncang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Muncang, Cigemblong, Cipanas, Sajira, dan Leuwidamar.
“37 rumah terdampak, satu musala terendam, satu pondok pesantren hanyut, serta jembatan dan jalan usaha tani mengalami kerusakan,” kata Sukanta dikutip dari beritasatu.com, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurut dia, dampak terparah terjadi di Kecamatan Muncang. Banjir merendam satu rumah di Kampung Bagu, Desa Ciminyak, dan menggenangi sekitar 50 hektare sawah milik warga. Selain itu, tembok penahan tanah di Kampung Kumpay, Desa Cikarang, roboh akibat derasnya arus air.
BPBD juga melaporkan saluran irigasi Leuwikidang di Desa Leuwicoo ambruk. Di Kampung Dreret, Desa Sukanagara, tiga rumah warga terendam banjir. Sementara saluran irigasi di Kampung Baru, Desa Ciminyak, ikut rusak akibat tingginya debit air.
Selain permukiman warga, satu musala di Kampung Tajur, Desa Harumsari, terendam banjir. Satu unit pondok pesantren dilaporkan hanyut terbawa arus. Kerusakan juga terjadi pada Jembatan Cimaur dan akses jalan usaha tani di wilayah terdampak.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga hilang dalam kejadian tersebut.
“Korban jiwa nihil, tetapi data warga terdampak masih dalam pendataan,” ujar Sukanta.
BPBD Kabupaten Lebak telah melakukan asesmen cepat di lokasi terdampak setelah menerima laporan dari aparat desa. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa untuk mempercepat penanganan darurat.
Untuk kebutuhan penanganan awal, BPBD mengusulkan bantuan berupa logistik, peralatan kebencanaan, 100 paket sembako, dan 37 lembar terpal bagi warga terdampak. Hingga Jumat malam, petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi karena cuaca belum sepenuhnya membaik.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post