BogorOne.co.id | Jakarta – Pemerintah menyiapkan program pembiayaan perumahan bagi generasi muda melalui skema kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 30 tahun. Program itu ditujukan untuk mempermudah anak muda memiliki rumah dengan cicilan lebih ringan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih mematangkan skema kredit properti tersebut.
“Kita akan bikin program yang cicilan 30 tahun untuk anak muda, nanti saya cek dulu,” kata Purbaya di Yogyakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut dia, pemerintah juga akan menjaga bunga cicilan rumah agar tetap terkendali sehingga tidak memberatkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. Namun, detail teknis dan regulasi program tersebut masih dalam tahap pembahasan.
Rencana tenor panjang itu mendapat respons positif dari kalangan pengembang perumahan. Ketua Umum Realestat Indonesia Joko Suranto menilai skema tenor panjang dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.
“Panjangnya tenor ini akan menurunkan angsuran, sehingga semakin banyak masyarakat untuk bisa mengakses rumah itu,” kata Joko di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Jakarta.
Menurut Joko, kebijakan tersebut juga dapat membantu mengurangi backlog perumahan nasional yang diperkirakan mencapai 9,9 juta hingga 15 juta unit. Selain itu, tenor panjang dinilai dapat memperluas penyerapan program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Ari Tri Priyono mengatakan tenor hingga 40 tahun dapat membuat cicilan rumah subsidi menjadi lebih ringan.
“Yang dahulu angsurannya Rp 1,1 juta sampai Rp 1,2 juta, ketika 40 tahun tinggal Rp 700 ribu,” ujar Ari.
Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya Andriliwan Mohamad menilai tenor panjang dan relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan menjadi peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah pertama.
“Ini adalah peluang besar bagi masyarakat MBR untuk bisa mendapatkan rumah,” kata Andriliwan.
Pemerintah berharap program pembiayaan rumah dengan tenor panjang tersebut dapat membantu generasi muda dan masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak sekaligus mendukung pertumbuhan sektor properti nasional.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post