BogorOne.co.id – Guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) resmi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Agenda ini diselenggarakan sekaligus untuk menyemarakkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan menyambut Road To Karya Kreatif Jawa Barat 2026.
Mengusung tema “GPM Hadir, Harga Stabil, Rakyat Senang”, kegiatan yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, DKPP Jabar, dan Badan Pangan Nasional ini dipusatkan di Lapangan Sempur, Kota Bogor, pada Selasa (2/6/2026).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dalam arahannya, Jenal menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, mulai dari aparat wilayah, pelaku UMKM, hingga instansi vertikal seperti Bank Indonesia dan Pegadaian yang telah menyokong program ini.
Ia menegaskan bahwa esensi dari perayaan HJB kali ini adalah menghadirkan program nyata yang langsung menyentuh esensi kebutuhan masyarakat, bukan sekadar perayaan seremonial belaka.
Instruksi Inovatif: ASN Pemkot Bogor Wajib Belanja di GPM
Terkait keberpihakan terhadap UMKM dan pemenuhan kebutuhan pangan lokal, Jenal Mutaqin melontarkan gagasan inovatif berupa instruksi wajib belanja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor.
Berkaca dari pengalamannya saat mempelajari tata kelola daerah di Surabaya pada tahun 2021 lalu, ia langsung meminta Camat Bogor Tengah agar menggerakkan seluruh ASN di wilayahnya untuk berbelanja di arena GPM selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
“Jadi kami meminta dan memohon kepada Pak Camat, dalam dua hari ini jangan dulu berbicara masyarakat umum, kita dulu sebagai pelaku kebijakan pemerintah yang bergerak. Seluruh ASN wajib belanja di Sempur dalam Gerakan Pangan Murah ini,” tegas Jenal Mutaqin dalam sambutannya, Selasa (2/6/2026).
Jenal menambahkan, kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng merupakan konsumsi rutin bulanan bagi para ASN. Oleh karena itu, daripada membelinya di swalayan lain, ia mendorong ASN untuk meramaikan stand produk binaan DKPP dan Dinas UMKM Kota Bogor.
Ia bahkan membagikan cita-citanya untuk menerapkan sistem digitalisasi komoditas pangan khusus ASN dengan target minimal belanja Rp500.000 per bulan. Jika regulasi ini berjalan secara konsisten, ia meyakini roda ekonomi lokal akan cepat naik kelas dan kesejahteraan pelaku usaha kecil dapat melonjak signifikan.
Digelar Dua Hari, Sediakan Sembako Murah hingga Stimulus Stunting
Pada kesempatan yang sama, Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, menuturkan bahwa agenda GPM ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa dan Rabu (2–3 Juni 2026). Program ini sengaja didesain untuk menyediakan pangan berkualitas tinggi dengan harga di bawah pasar, sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah.
Sejak pagi hari, berbagai komoditas esensial mulai dari daging ayam, daging sapi, tepung, minyak goreng, hingga aneka cabai dan bawang merah langsung diserbu oleh emak-emak.
Tak hanya sekadar pasar murah, Dody menjelaskan bahwa perhelatan ini dikemas dengan beragam aktivitas sosial dan edukatif yang menarik minat warga sekitar.
“Kegiatan ini juga kami rangkaikan dengan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan PAUD di wilayah Kelurahan Sempur. Selain itu, ada juga pemberian bantuan ikan nila bioflok untuk keluarga berisiko stunting,” kata Dody Ahdiat.
Melalui pemberian bantuan pangan bergizi tersebut, DKPP berharap dapat berkontribusi langsung dalam menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Ke depan, Pemkot Bogor berencana memperluas cakupan program serupa ke wilayah kecamatan lainnya secara bergilir.
Dody menutup laporannya dengan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Pegadaian Kota Bogor, serta seluruh kelompok tani dan pelaku usaha olahan pangan yang telah berkolaborasi aktif demi terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh di Kota Hujan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien























Discussion about this post