BogorOne.co.id | Kota Bogor – Polisi memeriksa lima pelajar yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang siswa SMA di kawasan Ciheuleut, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis, 4 Juni 2026.
Pemeriksaan dilakukan setelah video yang memperlihatkan aksi kekerasan tersebut beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pelajar tampak terkapar di tanah sementara sejumlah pelajar lain diduga menginjak dan memukulnya secara bergantian.
Kepala Seksi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam Dwi mengatakan polisi telah mengidentifikasi para pelajar yang terekam dalam video tersebut. Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat tujuh pelajar yang terlibat, terdiri atas enam terduga pelaku dan satu korban.
“Ada tujuh orang yang terlibat, enam terduga pelaku dan satu korban,” kata Imam kepada wartawan.
Menurut dia, para pelajar tersebut berasal dari dua sekolah yang berbeda. Polisi telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendalami kasus tersebut.
Dari tujuh pelajar yang teridentifikasi, lima orang telah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bogor Kota. Sementara satu pelajar lainnya masih dalam proses penjemputan.
“Dari tujuh pelajar yang ada dalam video, lima pelajar sudah berada di Unit PPA Satreskrim Polresta Bogor Kota, satu siswa sedang dijemput,” ujar Imam.
Video yang beredar memperlihatkan korban mendapat kekerasan fisik dari sejumlah pelajar. Selain diinjak secara bergantian, korban juga tampak dipukul menggunakan ranting pohon. Para pelaku dalam video masih mengenakan celana abu-abu yang identik dengan seragam SMA.
Hingga Kamis pukul 17.40 WIB, penyidik masih memeriksa para pelajar untuk mengungkap kronologi dan motif peristiwa tersebut.
“Kami masih periksa satu per satu,” kata Kepala Unit PPA Satreskrim Polresta Bogor Kota Ipda Intan Dian Kartini.
Pantauan di Mapolresta Bogor Kota, sejumlah orang yang diduga orang tua para pelajar terlihat menunggu di depan ruang Unit PPA selama proses pemeriksaan berlangsung.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post