BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kepolisian Sektor Bogor Tengah menyelidiki dugaan pembiusanhttps://bogorone.co.id terhadap seorang wanita berinisial SU, 41 tahun, yang ditemukan tidak sadarkan diri di kawasan Taman Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis, 11 Juni 2026 malam. Polisi menduga korban menjadi sasaran tindak kejahatan setelah bertemu seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial.
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan taman yang sedang berpatroli di area Lapangan Sempur. Saat ditemukan, korban tergeletak di salah satu gazebo dan tidak merespons ketika diajak berkomunikasi.
“Diduga dibius kenalannya,” kata Waluyo, Jumat, 12 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, sebelum ditemukan pingsan korban diketahui sempat bertemu dengan seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial. Polisi kini mendalami keterlibatan pria tersebut dalam peristiwa yang dialami korban.
Setelah menerima laporan, petugas keamanan membawa korban ke Pos Park Ranger sebelum dirujuk ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Selanjutnya, korban dijemput oleh pihak keluarga.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bogor Tengah Iptu Budi Setiawan mengatakan polisi juga menduga korban menjadi korban pencurian. Sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang, antara lain dompet, telepon genggam, dan uang tunai sekitar Rp200 ribu.
Menurut Budi, kondisi korban saat dimintai keterangan masih linglung sehingga belum dapat menjelaskan secara rinci kronologi kejadian yang dialaminya.
“Korban masih belum bisa dimintai keterangan secara detail karena kondisinya masih linglung,” ujar Budi.
Setelah mendapatkan penanganan awal, korban dibawa keluarganya ke RSUD Ciawi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih memburu pria yang diduga terakhir bersama korban. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas serta peran pria tersebut dalam kasus ini.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post