BogorOne.co.id | Kota Bogor – Puluhan sopir angkot trayek 21 berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Kota Bogor, Senin, 29 Juni 2026. Mereka menuntut pemerintah mencabut sejumlah titik pemberhentian atau bus stop layanan BisKita di jalur Ciawi–Tajur.
Dalam aksi itu, para sopir membawa armada angkot masing-masing dan memarkirkannya di area depan hingga halaman kantor Dishub. Salah satu kendaraan bahkan dicorat-coret menggunakan pilox warna merah muda dan spidol berisi tuntutan penolakan terhadap bus stop BisKita.
Para sopir menilai penambahan titik pemberhentian BisKita membuat jumlah penumpang angkot terus menurun. Sopir angkot trayek 21, Tono, mengatakan pendapatan pengemudi merosot sejak bus stop mulai dioperasikan hampir sebulan terakhir.
“Penumpang sekarang paling empat sampai lima orang. Tidak pernah penuh lagi,” kata Tono saat ditemui di lokasi aksi.
Menurut dia, keberadaan bus stop membuat penumpang beralih menggunakan BisKita. Padahal, kata Tono, sebelumnya Dishub menjanjikan fasilitas pemberhentian berbentuk halte, bukan bus stop di banyak titik.
“Awalnya tidak seperti ini. Tiba-tiba ada bus stop sampai tujuh titik. Penumpang habis semua ke BisKita,” ujarnya.
Tono juga menyoroti minimnya sosialisasi dari Dishub terkait pengoperasian bus stop di kawasan Ciawi hingga Tajur. Para sopir, kata dia, tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan sebelum kebijakan diterapkan.
“Tidak ada pemberitahuan. Tiba-tiba sudah berlaku,” kata dia.
Aksi demonstrasi itu disebut menghasilkan kesepakatan awal. Menurut Tono, Dishub Kota Bogor berjanji menonaktifkan dua bus stop BisKita di depan Mal Boxies Tajur.
“Katanya sedang dikoordinasikan. Mudah-mudahan besok sudah tidak aktif lagi,” ujar dia.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post