BogorOne.co.id – Suasana berbeda kini hadir di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan tradisional, pasar tersebut kini menghadirkan berbagai tenant kuliner makanan dan minuman, serta produk fesyen dan aneka hobi yang menarik minat masyarakat.
Direktur Perumda Pasar Pakuan Kota Bogor, Jenal Abidin mengatakan, proses pengembangan Pasar Jambu Dua membutuhkan waktu dan perjuangan yang panjang hingga akhirnya dapat diwujudkan seperti saat ini.
“Kita butuh waktu kurang lebih satu setengah tahun. Dari tanggal 25 Desember 2024 pasar ini sudah selesai. Sekarang hampir dua tahun kita baru bisa seperti ini. Memang luar biasa perjuangannya. Berbagai macam konsep Pak Wali kita coba di sini, tapi akhirnya salah satu upaya yang kami lakukan atas arahan Bapak, menjadikan Jambu Dua ke depan sebagai pusat kuliner di Kota Bogor,” ujar Jenal, Senin, 29 Juni 2026.
Menurutnya, konsep pusat kuliner tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bahkan, untuk menarik minat para pelaku usaha, pengelola menawarkan biaya sewa yang terjangkau.
“Kami sudah diskusi, bahkan kalau perlu digratiskan dulu. Tapi ternyata ketika para pedagang kami tawari Rp1,3 juta untuk tiga bulan, responsnya luar biasa, banyak sekali yang berminat,” katanya.
Perumda Pasar Pakuan juga menggandeng komunitas dan pelaku UMKM. Ke depan, konsep serupa akan diterapkan di pasar-pasar lainnya di Kota Bogor. “Semoga ekonomi kerakyatan di Kota Bogor untuk memajukan UMKM semakin berjaya ke depannya,” ucapnya.
Jenal mengungkapkan, kehadiran pusat kuliner di Pasar Jambu Dua telah menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan.
“Kami pernah 12 jam penuh. Hari Sabtu dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Luar biasa ramai. Mulai dari lansia, anak-anak yang berolahraga, para remaja, para pemuda, para mahasiswa. Ini menjadi tempat pertemuan yang baik bagi mereka,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan dari Pemerintah Kota Bogor terus berlanjut agar pasar rakyat semakin berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Jenal menjelaskan bahwa kehadiran pusat kuliner juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan di pasar basah yang berada di lantai bawah.
“Di bawah ada pasar basah, ada buah, sayur, telur, ikan dan daging. Para pedagang kuliner di atas juga berbelanja kebutuhan bahan baku di bawah. Jadi ini saling men-support antara pedagang di bawah dan di atas,” jelas Jenal.
Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur (BAM), MH. Ages mengatakan, pengelola memberikan kemudahan biaya sewa kios dan los bagi pelaku UMKM sebesar Rp1 juta untuk tiga bulan.
“Selama tiga bulan UMKM hanya membayar Rp1 juta per kios atau per los di lantai atas. Ini bentuk keringanan yang kami berikan. Tiga bulan ini uji coba apabila ada penambahan kembali,” ujar Ages.
Pasar Jambi Dua memliki total 1.141 kios dan los. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 kios dan los berada di lantai atas, sementara masih tersedia sekitar 300 tempat untuk pedagang kak lima (PKL) di lantai bawah.
“Total yang masih kosong sekitar 900 kios dan los di Pasar Jambu Dua,” katanya.
Meski demikian, khusus untuk tenant kuliner di lantai atas, minta pelak usah terbilang tinggi. Bahkan, seluruh tenant kuliner telah terisi dan saat ini sudah terdapat daftar tunggu.
“Ini sudah sold out. Bahkan ada waiting list sekitar 200 orang yang masuk daftar tunggu,” kata Ages.
Untuk meningkatkan kunjungan masyarakat, pengelola juga menggandeng influencer dan juga melalui media massa.
Ages optimistis Pasar Jambu Dua akan menjadi pasar kuliner terbesar di Kota Bogor sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post