BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – BPC PHRI Kabupaten Bogor tidak akan mendukung maupun menolak rencana Kepolisian melakukan uji coba ganjil genap di jalur Puncak sebelum dilaksanakan.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo mengatakan, uji coba sistem ganjil genap di jalur Puncak dianggap bisa sebagai pengendali arus lalulintas ke kawasan Puncak.
Meski demikian, perlu dijalankan dulu apakah sistem ini bisa digunakan atau tidak di jalur wisata tersebut. “Jadi kalau uji coba silahkan saja, yang jelas kan nanti ada respon dari masyarakat saat pelaksanaan uji coba ini,” ujarnya
Berbicara, apakah berdampak pada tingkat hunian, Budi mengaku tentunya akan berdampak. Sebab, dengan diberlakukannya ganjil genap secara otomatis akan ada penurunan volume kendaraan ke Puncak.
“Yang tadinya misalkan ada 1000 kendaraan ke Puncak, dengan adanya ganjil genap pasti turun, dan penurunan ini pastinya akan berdampak pada hunian hotel,” bebernya
Namun begitu, uji coba ganjil genap ini harus dilakukan. Sementara, keberhasilan juga kan belum bisa diukur.
“Jadi jalankan saja dulu, toh nanti akan terlihat, kebijakan tersebut bermanfaat atau tidak, berhasil atau tidak,” ungkapnya
Sependapat dikatakan Kepala Bidang Litbang BPC PHRI Kabupaten Bogor, Sopian Ginting menurutnya, uji coba ganjil genap harus disosialisasikan ke masyarakat sebelum dijalankan
Tujuannya, agar rencana ini berjalan dengan baik, dari mulai waktu pemberlakuan hingga kendaraan apa saja yang mendapat perlakuan khusus.
Soal dampak, Sopian belum bisa menjawab. Sebab, kata dia, uji coba saja belum dilaksanakan,”Bagaimana bisa terlihat dampak sementara uji coba juga belum dijalankan,” ucapnya
Selain itu, ia meminta Kepolisian juga berlaku transfaran soal evaluasi uji coba ganjil genap ini.
“Dan yang penting, Kepolisian harus mau menerima masukan dari masyarakat, karena di jalur Puncak ada ada hotel, restoran, pengusaha dna banyak lagi, mereka juga harus diminta pendapatnya,” tandasnya. (Yud)
























Discussion about this post