BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor memasukkan sejumlah proyek infrastruktur strategis dalam rencana pembangunan 2027, di antaranya Flyover Bojonggede-Kemang, pelebaran Jalan Laladon, dan pembangunan Underpass Simpang PDAM Cibinong.
Rencana tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor saat pemerintah daerah menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat yang sama, Bupati Bogor Rudy Susmanto turut menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Dokumen KUA-PPAS itu akan menjadi pijakan penyusunan kebijakan anggaran pada tahun ketiga pelaksanaan program prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor.
Untuk 2027, Pemkab Bogor menetapkan tema pembangunan berupa “Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru dalam Rangka Penurunan Ketimpangan Wilayah, Kemiskinan, dan Pengangguran.” Fokus tersebut diarahkan untuk memperluas pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Namun, pemerintah daerah mengakui ruang fiskal menghadapi tekanan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak awal tahun. Kondisi itu berdampak pada proyeksi defisit anggaran.
Meski demikian, Pemkab Bogor memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas melalui pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah mempertahankan Program Universal Health Coverage (UHC) setelah cakupan kepesertaan mencapai 100 persen pada 2026. Sementara di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan percepatan rehabilitasi ruang kelas rusak.
Dari sekitar 1.200 ruang kelas yang menjadi target perbaikan, masih terdapat sekitar 1.000 ruang kelas yang membutuhkan penanganan lanjutan setelah sebagian telah diperbaiki pada tahun sebelumnya.
Sektor infrastruktur juga menjadi salah satu fokus utama belanja modal. Selain Flyover Bojonggede-Kemang, pelebaran Jalan Laladon, dan Underpass Simpang PDAM Cibinong, pemerintah daerah memasukkan pengembangan Jalur Puncak Dua melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), serta pembangunan jalan penunjang kawasan tambang di ruas Cigudeg-Rumpin.
Pemkab Bogor juga menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Zonasi Jasinga, dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), pembangunan Hotel Embarkasi Haji, serta gerai pelayanan publik di kawasan Bogor Barat dan Bogor Timur.
Di sektor permukiman, pemerintah daerah melanjutkan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Setiap tahun, Pemkab Bogor menargetkan rehabilitasi sekitar 3.750 rumah. Dari hasil pendataan, masih terdapat sekitar 17.000 rumah yang membutuhkan perbaikan dari total sekitar 24.000 unit rumah yang telah teridentifikasi.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi investasi utama pemerintah daerah. Menurut dia, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga penguatan masyarakat hingga tingkat desa.
Karena itu, pemerintah daerah tetap mengalokasikan dukungan melalui Alokasi Dana Desa (ADD), bantuan keuangan desa, dan Dana Desa. Anggaran tersebut salah satunya akan mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 229 desa.
Melalui rancangan KUA dan PPAS 2027, Pemkab Bogor berharap pembahasan bersama DPRD menghasilkan kebijakan anggaran yang realistis, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Semoga dapat menghasilkan kebijakan fiskal yang sehat, realistis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga mampu mempercepat terwujudnya Kabupaten Bogor yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” demikian keterangan tertulis Pemerintah Kabupaten Bogor.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post