BogorOne.co.id | Kota Bogor – Rencana Pemerintah Kota Bogor merevitalisasi Gedung Kemuning Gading resmi ditunda tahun ini. Padahal, pembenahan gedung kesenian tersebut sejatinya masuk dalam daftar proyek strategis daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Firdaus, membenarkan pembatalan proyek tersebut. “Iya, benar batal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 16 Juli 2026.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Aditia Buana Karana, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan ini diambil karena kondisi bangunan yang tergolong tua. Menurut Adit, faktor usia gedung menuntut adanya kajian teknis yang jauh lebih mendalam sebelum proses fisik dimulai.
“Usia bangunan sudah berumur. Perlu kajian teknis lebih mendalam untuk memastikan ketahanannya,” kata Adit.
Keraguan atas keandalan struktur bangunan ini menguat setelah Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung Gedung Kemuning Gading pada akhir Maret lalu. Dalam inspeksi tersebut, Dedie menemukan adanya retakan pada struktur utama gedung yang dinilai berisiko tinggi jika proyek dipaksakan berjalan.
“Hasil pemantauan konsultan dan kajian struktur menemukan adanya retakan yang perlu didalami lagi,” tegas Dedie.
Untuk memastikan aspek keamanan, Pemkot Bogor berencana melibatkan lembaga independen yang kredibel, salah satunya Komite Keselamatan Konstruksi, guna menguji kelayakan fisik bangunan tersebut.
“Nanti akan keluar keputusan, apakah kelayakan konstruksinya memungkinkan untuk direvitalisasi tahun ini. Hari ini saya juga dijadwalkan bertemu dengan Wakil Menteri,” tutur Dedie.
Langkah hati-hati ini diambil mengingat Gedung Kemuning Gading difungsikan sebagai gedung kesenian yang dirancang untuk menampung massa dalam jumlah besar.
“Kami tidak mau gegabah. Ini gedung kesenian yang bakal menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya. Penontonnya bukan cuma ratusan, tapi bisa mencapai ribuan orang,” pungkas Dedie.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post