BogorOne.co.id | Tamansari – Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mulai berdampak pada menurunnya debit air di sejumlah sumber mata air. Akibatnya, sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah warga yang biasanya mandi dan mencuci di rumah kini terpaksa mendatangi aliran Sungai Cikoneng karena pasokan air di permukiman mereka terus berkurang.
Selain itu, Sumber Air Legok Pinding yang selama ini menjadi penopang kebutuhan air bersih bagi tiga desa juga mengalami penyusutan debit. Kondisi serupa terjadi di Sungai Ciapus yang aliran airnya semakin mengecil akibat musim kemarau dan cuaca panas berkepanjangan.
Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Tamansari, Asep Suryana, mengatakan bahwa di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, menjaga kawasan resapan air bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
“Ironisnya, masih ada kegiatan pembukaan lahan dan pembabatan pohon di kawasan Tamansari yang merupakan wilayah tangkapan air. Setiap pohon yang ditebang dan setiap kawasan resapan yang rusak bukan hanya menghilangkan tutupan hijau, tetapi juga mengancam hak masyarakat untuk memperoleh air bersih,” ujarnya, Kamis 23 Juli 2026.
Menurut Asep, apabila kerusakan ekologis terus dibiarkan, krisis air tidak lagi menjadi ancaman di masa depan, melainkan kenyataan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.
“Sudah saatnya perlindungan kawasan resapan air menjadi prioritas bersama demi menjaga keberlangsungan kehidupan serta menjamin hak generasi mendatang atas ketersediaan air bersih,” tegasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post