BogorOne.co.id | Depok – Sejumlah warga Kota Depok menggelar aksi damai di kawasan lampu merah Ramanda, Depok, Selasa, 25 Agustus 2026. Dalam aksi itu, sejumlah peserta membakar kartu ATM sebagai bentuk protes terhadap dugaan pemblokiran rekening Bank Mandiri milik Supriyono alias Botok.
Koordinator aksi, Kasno, mengatakan aksi tersebut sekaligus untuk mendukung usulan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
“Kami warga masyarakat Kota Depok melakukan aksi damai. Kami mendukung permohonan ataupun usulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset,” kata Kasno.
Menurut dia, pengesahan RUU Perampasan Aset diperlukan untuk memperkuat pemberantasan korupsi. Selain itu, massa menyatakan dukungan terhadap Botok dan rekan-rekannya yang datang dari Pati ke Jakarta untuk mengikuti aksi di depan gedung DPR.
Massa juga memprotes Bank Mandiri atas dugaan pemblokiran rekening Botok. Kasno mengatakan bank seharusnya memberikan penjelasan mengenai dasar pemblokiran, meskipun permintaan tersebut disebut berasal dari aparat penegak hukum.
“Terlepas apa pun itu aparat, toh ada regulasinya. Seharusnya tidak itu yang dilakukan. Setidak-tidaknya dia harus izin dahulu kepada pemilik rekening,” ujarnya.
Kasno meminta Bank Mandiri membuka informasi mengenai pihak yang meminta pemblokiran rekening tersebut beserta dasar hukumnya.
“Kalau memang disuruh aparat, tunjuk aparat yang mana yang memberikan izin. Apakah ada regulasinya seperti itu?” kata dia.
Ia mengatakan aksi di Depok menjadi bentuk peringatan kepada DPR dan Bank Mandiri. Warga Depok, kata Kasno, berencana kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar di depan gedung DPR pada Kamis, 27 Agustus 2026.
“Saya yakin, haqul yakin, ini akan berjumlah ribuan warga masyarakat Kota Depok yang akan mendukung teman-teman untuk mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor,” ujarnya.
Kasno mengatakan pembakaran kartu ATM dilakukan sejumlah peserta sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan pemblokiran rekening Botok. Massa meminta Bank Mandiri memberikan klarifikasi mengenai alasan dan dasar hukum pemblokiran tersebut agar tidak memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post