BogorOne.co.id | Jakarta – Sejumlah mitra Badan Gizi Nasional (BGN) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat segera memanggil Kepala BGN Sudaryono untuk meminta kejelasan ihwal penghentian sementara operasional dapur makan bergizi gratis (MBG). Mereka mengklaim kebijakan tersebut telah menyebabkan kerugian finansial hingga Rp 2 miliar.
Desakan itu disampaikan dalam audiensi dengan pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Wakil Ketua Komisi IX DPR Putih Sari.
Dalam audiensi itu, para mitra mempersoalkan kebijakan suspend atau penghentian sementara operasional dapur MBG yang mereka kelola. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul sejumlah kasus keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
Para mitra menilai penghentian operasional dapur berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha mereka. Mereka mengaku menanggung kerugian hingga Rp 2 miliar akibat kebijakan tersebut dan meminta BGN memberikan kejelasan mengenai nasib dapur yang terkena suspend.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menyatakan akan menampung dan menindaklanjuti keluhan para mitra. Namun, penjelasan tersebut belum meredakan keberatan peserta audiensi yang menginginkan kepastian mengenai waktu DPR memanggil Kepala BGN.
Sejumlah peserta kemudian mendesak pimpinan DPR menetapkan tenggat waktu pemanggilan Sudaryono, setidaknya hingga awal pekan berikutnya. Mereka meminta persoalan penghentian operasional dapur tidak berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian.
Suasana audiensi sempat memanas ketika sejumlah mitra saling menyela untuk menyampaikan keluhan dan mempersoalkan dampak kebijakan suspend. Mereka meminta DPR tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga memastikan adanya pertemuan langsung dengan pimpinan BGN.
Saan akhirnya menyatakan DPR akan mengagendakan pertemuan dengan Sudaryono pada Senin, 5 Oktober 2026. Ia berkomitmen mengupayakan penyelesaian atas persoalan yang dihadapi para mitra MBG.
“Kami dari pihak DPR akan berusaha semaksimal mungkin, akan berkomitmen untuk berusaha membantu apa yang menjadi hak-hak dari kawan-kawan semua,” kata Saan seusai audiensi.
Ia mengatakan permintaan untuk mengagendakan pertemuan dengan Kepala BGN telah disampaikan. Saan berharap pembahasan bersama dapat menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan para mitra.
“Jadi, saya tadi sudah pastikan nanti sudah diminta untuk diagendakan untuk bisa ketemu. Mudah-mudahan nanti kita bisa selesaikan dengan baik ya. Jadi apa yang menjadi masalah itu bisa terselesaikan dengan baik,” ujar dia.
Pertemuan yang dijadwalkan pada Senin mendatang diharapkan menjadi forum bagi para mitra untuk menyampaikan keberatan atas kebijakan suspend, sekaligus meminta kepastian mengenai kelanjutan operasional dapur MBG dan penyelesaian kerugian yang mereka klaim.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post