BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Rencana penambahan sekolah dasar negeri (SDN) di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, masih bergantung pada kajian kebutuhan dan usulan pemerintah setempat. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengaku belum menerima usulan pembangunan sekolah baru, meski satu-satunya SDN di desa tersebut telah menampung 815 siswa dan menerapkan sistem belajar tiga shift.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta, mengatakan usulan penambahan sekolah perlu diawali dengan kajian dari pemerintah kecamatan melalui seksi pendidikan.
“Belum ada usulan, dan sebaiknya kalau memang ada kebutuhan untuk penambahan sekolah, maka pemerintah tingkat kecamatan melalui seksi pendidikan membuat kajian kebutuhan sekolah dasar di wilayah desa tersebut,” ujar Yanto, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Yanto, kajian itu perlu mempertimbangkan luas wilayah, jumlah penduduk, serta keluhan atau permintaan warga. Hasil kajian kemudian disampaikan kepada Disdik untuk ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan.
“Kemudian kajiannya disampaikan ke kami, karena berdasar dari usulan dari kecamatan, nanti kami follow up, lalu cek ke lapangan,” katanya.
Selain kajian kebutuhan, pemerintah desa diminta menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah baru. Yanto menyebut idealnya luas lahan untuk SD mencapai 3.000 meter persegi. Namun, pembangunan masih memungkinkan jika lahan yang tersedia hanya sekitar 1.200 meter persegi.
Pemerintah desa juga diminta mengusulkan sejumlah alternatif lokasi pembangunan. “Kalau SD maksimal 3.000 meter idealnya, tetapi kalau tidak ada 1.200 meter juga bisa dan juga diusulkan di mana saja titik lokasinya,” tutur Yanto.
Minimnya sekolah dasar negeri menjadi persoalan pendidikan yang dihadapi warga Batulayang. Kepala Desa Batulayang, Iwan Setiawan, mengatakan desanya saat ini hanya memiliki satu SDN, yakni SDN Batulayang.
Sekolah tersebut menampung 815 siswa, jumlah yang dinilai telah melampaui kapasitasnya.
“SDN Batulayang memiliki anak didik sebanyak 815 siswa, ini sudah melebihi kapasitas,” kata Iwan.
Keterbatasan ruang kelas membuat kegiatan belajar-mengajar di sekolah itu harus dibagi menjadi tiga shift. Sementara itu, pertumbuhan jumlah penduduk dan anak usia sekolah terus menambah kebutuhan ruang belajar di wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat sebagian warga Batulayang harus mencari alternatif pendidikan di luar desa. Sejumlah orang tua terpaksa menyekolahkan anak mereka ke SDN di desa lain atau memilih madrasah ibtidaiyah (MI).
Belum adanya usulan pembangunan sekolah baru dari pemerintah desa maupun kecamatan membuat penambahan fasilitas pendidikan di Batulayang masih harus melalui tahapan administrasi dan kajian kebutuhan. Di tengah keterbatasan daya tampung sekolah yang ada, pemerintah setempat perlu menyiapkan kajian dan lokasi agar rencana penambahan SDN dapat ditindaklanjuti.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post