BogorOne.co.id | Bogor – Ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menggeruduk lokasi Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Galuga, pada Senin 12 Oktober 2026.
Aksi Demo warga ke PT. WEIMING selaku kontraktor pelaksana pembangunan proyek PSEL tersebut, mengusung 14 tuntutan diantaranya soal CSR, AMDAL, Izin Lingkungan, Pemakaian Tenaga Kerja Lokal, dan Pasokan Bahan Material (levaransir material) ke proyek oleh Warga.
Aksi demo yang sempat alot akibat tidak terjalin komunikasi baik antara pendemo dengan yang Didemo, karena PT. WEIMING sebagai kontraktor asal China itu tidak mengerti Bahasa Indonesia, begitupun sebaliknya semua pendemo juga tidak mengerti Bahasa Mandarin, meskipun demikian, akhirnya aksi demo berakhir damai, berkat jasa penterjemah bahasa.
“Aksi demo warga di PT. WEIMING di lokasi bakal Proyek PSEL Galuga berakhir damai, karena dua tuntutan warga dari 14 tuntutan yang diajukan, langsung diamini oleh pihak kontraktor pelaksananya yang berasal dari Negeri China,” kata Asep Anwar, S.IP., M.Si Sekretaris Kecamatan Cibungbulang kepada BogorOne.co.id.
Perlu diketahui, di mana dua tuntutan yang disetujui oleh PT. WEIMING itu tegasnya, pertama soal kesiapan perusahaan merekrut tenaga kerja lokal asal Cibungbulang, yang kedua diperbolehkannya warga lokal memasok bahan baku material untuk kebutuhan pembangunan PSEL Galuga.
“Aksi demo nyaris tidak terjalin komunikasi yang baik, karena awalnya PT. WEIMING tidak punya Humas atau penterjemah bahasa. Namun akhirnya berkat jasa aplikasi Translate Penterjemah bahasa meski perundingan berjalan lama, akhirnya pihak kontraktor dan pendemo berdamai. Dan beruntungnya lagi, kini PT. WEIMING juga langsung mengangkat Humas perusahaan agar kedepan hari masalah komunikasi dengan warga bisa berjalanan baik dan lancar,” pungkasnya.
Sementara, saat BogorOne mencoba menkonfirmasi kepada salah seorang pekerja pelaksana dari PT. WEIMING asal China untuk dimintai tanggapannya soal upaya perusahaan di kedepan hari apakah akan merekrut tenaga kerja produksi berasal dari warga lokal, sayangnya si pekerja tersebut hanya menjawab dengan kibasan tangan dan gelengan kepala, menandakan ia tidak mengerti dengan pertanyaan yang dilontarkan menggunakan bahasa Indonesia.
Editor : Jefri Sukapura
























Discussion about this post