BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemberlakuan kebijakan Ganjil Genap (Gage) yang ditunjang dengan giat operasi bagi kendaraan yang menuju Kawasan Puncak dan Sentul, Kabupaten Bogor diklaim berhasil tekan angka kemacetan lalu lintas kendaraan hingga ke angka 40 persen.
Namun, meski demikian masih ditunggu hasil evaluasi dari Sat Lantas Polres Bogor dan Pemkab Bogor ke Direktorat Jendral Perhubungam Darat Kementerian Perhubungan.
Selanjutnya akan menjad bahan pertimbangan, perlu atau tidaknya dibuatkan patung hukum dalam bentuk Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub).
Dirjen Perhubungan Darat Irjend (Pol) Budi Setiadi mengungkapkan, uji coba kebijakan Gage di Kawasan Puncak dan Sentul dianggap cukup berhasil, namun pihaknya menunggu hasil evaluasi dari pelaksanaan uji coba tersebut.
“Dari hasil dua kali uji coba, sejauh ini pengurangan jumlah kendaraan menuju Kawasan Puncak menurun hingga 40 persen hingga dianggap cukup berhasil,” ungkap Irjend (Pol) Budi, Minggu (12/09/21).
Dijelaskannya ada peningkatan jumlah kendaraan maupun kemacetan lalu lintas karena masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya sudah banyak yang atau tersosialisasikan aturan Gage.
Menurut dia, dalam penerapan aturan Gage di Kawasan Puncak dan Sentul ini akan dikombinasikan dengan kebijakan rekayasa arus lalu lintas satu arah (one way) dan mungkin juga three atau for ini one.
“Hal itu agar jumlah kendaraan roda empat lebih lagi mengalami penurunan, terjadinya penurunan arus kendaraan menuju Kawasan Puncak dan hari ini, saya rasa juga karena banyak masyarakat Jabodetabek yang tau akan aturan baru ini,” ujar dia.
Masih kata Irjen (pol) Budi, sebelum ditetapkan Peraturan Menteri Perhubungan, jajarannya juga akan meminta pertimbangan dari Kakorlantas Mabes Polrsi dan Dirtlantas Polda Jawa Barat.
“Tak hanya meminta pertimbangan dari Kakorlantas Mabes Polrsi dan Dirtlantas Polda Jawa Barat, kami juga akan meminta lagi masukan, saran pendapatnya masyarakat Kawasan Puncak,” jelasnya.
Dan untuk Operasi Gage, pihaknya lebih fokus ke perbatasan Bogor dan belum perlu dilakukan di Kota Depok atau DKI Jakarta.
Sementara, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata membenarkan bahwa telah terjadi penurunan jumlah arus kendaraan dan otomatis kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak dan Sentul.
Diakui dia, hasil uji coba kedua operasi Gage, terjadi penurunan jumlah arus kendaraan dari jumlah kendaraan yang diputar balik karena plat nomor polisi kendaraannya tidak sesuai dengan tanggal ketika ia menuju Kawasan Puncak dan Sentul.
“Itu juga terjadi pengurangan jumlahnya, hal itu karena sudah tersosialisasinya aturan atau kebijakan ini,” ujar AKP Dicky.
Mantan Kanit Regiden Polres Bogor ini menambahkan bahwa hasil evaluasi Operasi Gage ini akan diserahkan ke Dirtjen Perhubungan Darat Kemenhub, jajarannya akan mengusulkan kombinasi aturan rekayasa arus lalu lintas seperti one way.
“Usulan kombinasi Operasi Gage dan one way ini, permanen atau tidaknya domain keputusan kebijakannya ada di pemerintah pusat atau Kemenhub, Kakorlantas Mabes Polri dan Dirtlantas Polda Jawa Barat,” pungksnya. (Yud | Donn)
























Discussion about this post