BogorOne.co.id | Kota Kutacane – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara membuat akses jalan nasional di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, tak dapat dilalui selama empat hari. Kondisi ini menghambat perjalanan kendaraan besar menuju Medan, Sumatera Utara, sekaligus memunculkan kekhawatiran terhadap distribusi barang dan bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis, 29 Oktober 2026, antrean panjang kendaraan besar terlihat di sekitar jalur yang terputus. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka aliran air agar jalan nasional tersebut bisa kembali digunakan.
Kapolsek Bambel, Inspektur Polisi Satu Djuliar Yosnaidi, mengatakan kendaraan dari kedua arah belum dapat melintasi jalan di Desa Kuning karena terdapat lubang yang menghalangi akses.
“Saat ini jalan nasional di Desa Kuning belum bisa dilalui dikarenakan adanya lubang sehingga seluruh jenis kendaraan tidak bisa melintas,” kata Djuliar kepada wartawan, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Djuliar, kendaraan kecil dari Kutacane menuju Sumatera Utara maupun sebaliknya masih bisa melewati jalur alternatif. Adapun kepolisian bersama pemerintah berupaya mempercepat penanganan agar akses jalan nasional segera pulih.
“Pihak kepolisian yang saat ini bersinergi dengan pemerintah saat ini berupaya secepatnya agar jalan nasional ini dapat dilalui sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Banjir tersebut terjadi setelah hujan mengguyur wilayah Aceh Tenggara selama sepekan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, terputusnya akses jalan nasional berpotensi mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik.
Kekhawatiran juga muncul karena sejumlah kendaraan pengangkut BBM masih berada di Aceh Tenggara. Jika jalur tersebut tak segera dibuka, pengiriman bahan bakar dari Sumatera Utara berisiko mengalami keterlambatan.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post