BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam rangka Hari Jantung Sedunia tahun 2021 yang jatuh setiap tanggal 29 September, RS Ummi Bogor menggelar Health Webinar melalui virtual zoom dan channel youtube bertemakan Karakter Kepribadian dan Risiko Penyakit Jantung, Rabu (29/09/21) sore.
Dipandu moderator sekaligus psikolog, Nuran Abdat, M. Psi, Health Webinar menghadirkan narasumber yang mumpuni yakni Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Nur Hakim Basuki, Sp. KJ dan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Tengku M. Budiansyah, Sp. JP., MHA, FIHA.
Dalam pemaparan salah satu narasumber, dr. Nur Hakim Basuki menerangkan, bahwa angka kematian penyakit jantung sampai saat ini masih cukup tinggi. Adapun karakter kepribadian setiap orang bisa menjadi ciri terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan jantung.
Karakter kepribadian adalah totalitas dari ciri perilaku dan emosi yang merupakan ciri karakter seseorang dalam kehidupan sehari-hari bersifat stabil dan dapat diramalkan. Pola perilaku yang menetap merupakan ekspresi dari gaya hidup yang khas dari individu serta cara berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain.
“Ada 8 kategori yang disebut gangguan kepribadian diantaranya gangguan kepribadian paranoid, skizoid, dissosial, emosi tidak stabil, histrionik, anankastik, cemas dan dependen. Tetapi, untuk dinyatakan seseorang memiliki gangguan kepribadian harus memenuhi syarat minimal 4-5 poin, dimana setiap poin harus ada tiga syarat menurut pedoman kesehatan sehingga bisa dinyatakan seseorang memiliki gangguan tersebut,” ucapnya.
Menurut dr. Nur Hakim, jika sudah terjadi gangguan kepribadian, tentu ada dampaknya. Oleh karena itu, kesehatan fisik dan mental sangat penting.
Misal, sambungnya, terjadi gangguan kepribadian akan berdampak dengan adanya stres yang berpengaruh pada otak dan sistem saraf, kafiovaskuler, pencernaan, pankreas, organ reproduksi dan organ lain.
“Orang yang memiliki tingkat stres yang tinggi, tidak heran akan beresiko terjadinya gangguan jantung,” tegasnya.
Lebih lanjut, ada empat teori kepribadian yang bisa berakibat terjadinya gangguan jantung diantaranya beraktifitas model sehingga hyperactivity, perilaku yang berbahaya, coping stres atau maladaktif dan faktor genetik.
“Jadi stres ini ada dua kategori yakni stres positif yang dianggap setiap masalah adalah tantangan dan stres negatif dimana seseorang menganggap masalah tersebut bencana atau musibah sehingga bisa mengakibatkan terjadinya gangguan kepribadian sampai berisiko penyakit jantung,” pungkasnya. (Fik)























Discussion about this post