BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam memerangi narkoba, Badan Narkotika Nasional Kota (BBNK) Bogor gelar razia terhadap sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Bogor, Jumat (5/11/21) malam.
Dalam razia tersebut, BNNK melakukan tes urin bagi sejumlah pengunjung THM, dan hasilnya sembilan orang dinyatakan positif narkoba.
Kepala Seksi (KASI) BNNK Bogor, AKP Tatang Arena mengatakan razia yang dilakukan menyasar dua THM di Kota Bogor. Pertama itu See Look Red
(SLR) dan Zentrum yang berada di Jalan Padjajaran.
Dirinya mengatakan sembilan pengunjung yang positif terdiri dari lima orang pria dan empat orang wanita.
“Asalnya campuran, ada yang dari Jakarta dan Bogor. Mayoritasnya dari Bogor,” kata Tatang seperti dilansir pakuanraya.com, Senin (08/11/21).
Tatang menjelaskan saat ini proses asesmen dan rehabilitasi sudah dilakukan kepada pengunjung yang kedapatan positif zat adiktif maupun narkoba tersebut.
“Berdasarkan hasil asesmen, mereka hanya mengkonsumsi. Ada yang mengkonsumsi beberapa hari sebelumnya,” ungkapnya.
Meski demikian lanjut dia, dalam razia itu petugas tidak menemukan barang bukti narkotika atau zat adiktif yang dikonsumsi pengunjung.
“Dari penggeledahan badan dan tempat yang kami duga ada pelanggaran tidak ditemukan barang bukti narkoba atau zat adiktif,” tegasnya.
Dirinya juga mengungkapkan jenis narkotika yang digunakan adalah turunan dari benzodiazepine dan jenis Amfetamin.
Dia menegaskan, meski di masa pandemi, bahwa program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dilakukan BNNK Bogor tetap berjalan.
“Imbauan terus kami lakukan. Setiap selesai razia kami selalu menghimbau ke setiap pengunjung dan manajer THM bahwa kami akan tetap melaksanakan tugas kami sampai kapan pun dan tidak akan pandang bulu,” tuturnya
Ia juga mengatakan akan terus melaksanakan razia dalam rangka pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan narkotika secara berkesinambungan.
“Kami akan melaksanakan terus menerus secara berkesinambungan,” pungkasnya. (Fry)























Discussion about this post