BogorOne.co.id | Kota Bogor – Keberadaan Holywings di Kota Bogor terus menuai kritikan dari berbagai pihak, salah satunya dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor.
Bahkan, Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang bergerak di bidang kepemudaan dan kemasyarakatan ini akan menggeruduk tempat usaha milik Hotman Paris itu jika terbukti melanggar aturan yang ditetapkan Pemkot Bogor.
Ketua GP Ansor Kota Bogor, Ahmad Bustomi menegaskan, kalau Holywings terlihat menjual minuman beralkohol (minol), maka pihaknya tidak akan diam. Artinya, GP Ansor akan mendatangi atau menggeruduk tempat tersebut.
“Kalau masih keliatan mereka jual minuman alkohol, baik itu di bawah 5 persen apalagi di atasnya, kita akan lakukan sidak, kami geruduk,” ucapnya, Kamis (10/02/22).
Lanjut Bustomi, pihak GP Ansor akan terus melakukan investigasi ke cafe tersebut. GP Ansor akan menerjunkan beberapa timnya untuk melakukan investigasi selama beberapa minggu kedepan di lokasi tersebut hingga menemukan bukti otentik.
Selain itu, GP Ansor juga akan ditemani oleh anggota Banser Kota Bogor dalam melakukan investigasi tersebut.
“Biarpun udah merubah konsep, tapi kita tetap waspada karena kita sudah tau imagenya seperti apa cafe tersebut, apalagi ini adanya di dekat mesjid terbesar di Kota Bogor, harus dibersihkan sampai bersih semuanya,” tegasnya.
Terpisah, Camat Bogor Timur, Rena Da Frina mengatakan, bahwa cafe dan resto Holywings Bogor belum memiliki izin untuk menjual alkohol di atas 5 persen.
“Jadi perizinan restoran cafe dan hotel itu beda, kalau restoran dan cafe boleh jual minuman alkohol (minol) itu harus punya sertifikat setara dengan hotel bintang tiga,” kata Rena.
Rena melanjutkan, untuk mengantongi izin minuman alkohol di atas 5 persen, restoran harus memiliki sertifikat yang setara dengan hotel bintang tiga yaitu golongan B dan C.
“Jika untuk golongan A yang alkoholnya 0 sampai 5 persen itu pusat yang mengeluarkan perizinan, semua orang juga bisa mengajukan itu kalau memang persyaratannya lengkap, sedangkan untuk golongan B dann C itu ke Dinas Pariwisata Provinsi, nanti ada lembaga sertifikasinya,” pungkasnya. (Fik)






















Discussion about this post