BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinilai mengganggu pengguna jalan lain lantaran memarkirkan kendaraan di bahu jalan, pedagang yang menggunakan mobil sebagai lapak pada beberapa titik di protes warga.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Agustian Syach mengaku telah mendapat banyak laporan dari masyarakat perihal tersebut.
Terutama kata Kasatpol PP, terkait adanya penjual minuman beralkohol (minol) yang menjajakan ‘air setan’ tersebut menggunakan mobil.
“Ada banyak laporan. Bahkan, belum lama ini kita tertibkan pedagang minol yang menjual menggunakan mobil,” kata Agustian Syach kemarin.
Menurut dia, aktivitas para pedagang tersebut jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang ketertiban umum. Ia pun mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dishub untuk melakukan penertiban.
“Pada pasal 9 sudah dijelaskan, beberapa point yang jadi larangan, khususnya tertib jalan, trotoar, jalur hijau, taman dan fasilitas umum lainnya. Ada beberapa titik yang memang berjualan nya menggunakan mobil,” kata Agus.
Pelanggar perda tersebut, kata Agus, dapat dikenai denda sebesar Rp50 sampai Rp750 ribu. Namun, sambungnya, khusus pedagang yang menjual minol akan disanksi lebih berat, berupa penderekan mobil.
“Jadi nanti mobilnya akan diderek untuk dijadikan barang bukti,” tegasnya.
Menyikapi persoalan tersebut, Anggota DPRD Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri meminta Pemkot Bogor lebih hati-hati dan mengedepankan sisi humanis saat melakukan penertiban terhadap pedagang yang menggunakan mobil untuk menjajakan dagangannya.
Apalagi kata dia, saat ini akan memasuki bulan Ramadhan dan menjelang lebaran. “Harus ada solusi ketika mereka tak boleh berdagang. Tapi kalau untuk pedagang yang menjual minol harus disikat habis, karena itu mengganggu kenyamanan dan keamanan,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Gus M ini pun menyarankan agar Pemkot Bogor membuat festival truck food atau bazaar tersendiri bagi pedagang yang menggunakan mobil.
“Sebenarnya kalau pemkot pandai mengemas adanya pedagang yang berjualan menggunakan mobil, tentunya akan menjadi daya tarik sendiri. Sehingga dapat membantu pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” tandas Politisi PPP itu. (Fry)























Discussion about this post