BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Aliansi Cigombong Melawan menyiapkan sekitar 100 orang untuk mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. Massa dari Cigombong akan membawa sejumlah persoalan lokal, termasuk konflik agraria di Bogor.
Koordinator Aliansi Cigombong Melawan, Riki, mengatakan sekitar 90 orang telah memastikan diri mengikuti aksi tersebut. Jumlah itu masih mungkin bertambah karena konsolidasi dengan aktivis di wilayah Cigombong terus dilakukan.
“Kalau hari ini yang terkonfirmasi hadir itu di angka 90-an kurang lebih,” kata Riki saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Riki mengatakan massa akan berangkat dari Cigombong menggunakan dua bus. Sesampainya di Jakarta, mereka tidak menggelar aksi sendiri, melainkan bergabung dengan kelompok massa lain yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI.
“Ke DPR RI kita, kita melebur ke aliansi-aliansi yang ada di sana,” ujarnya.
Dalam aksi itu, Aliansi Cigombong Melawan akan menyuarakan sejumlah tuntutan. Salah satunya mendesak pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Selain isu nasional tersebut, massa dari Cigombong membawa tuntutan pencabutan izin KEK Lido serta penyelesaian konflik agraria di Bogor. Riki menilai konflik agraria di daerahnya perlu mendapat perhatian lebih karena dalam prosesnya terdapat dugaan intimidasi dan praktik premanisme.
“Ini kan perhatian nasional, karena kan ini sudah ada intimidasi, premanisme, segala macam,” kata dia.
Menurut Riki, persoalan tersebut menjadi alasan masyarakat dan aktivis di Cigombong tertarik terlibat dalam aksi di Jakarta. Namun, tidak semua orang yang ingin bergabung dapat berangkat karena terkendala jarak dan faktor lainnya.
“Ketika melihat isu-isunya nasional dan banyak gerakan nasional, banyak sebetulnya yang ingin terlibat, tapi kan terkendala jarak dan lain sebagainya,” ujarnya.
Konsolidasi Aliansi Cigombong Melawan masih berlangsung hingga menjelang keberangkatan. Jika jumlah peserta mencapai sekitar 100 orang, kata Riki, mereka akan menggunakan dua bus menuju Jakarta.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post