BogorOne.co.id – Aksi arogansi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menodai kemeriahan acara Kirab Mahkota Binokasih di Jalan Suryakencana, pada Jumat 8 Mei 2026 malam. Sejumlah jurnalis yang tengah menjalankan tugas profesinya mendapatkan perlakuan kasar hingga pengusiran secara provokatif di depan publik.
Insiden bermula saat Bambang, wartawan timetoday.id, tengah mengambil foto para pejabat di depan panggung utama, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Karena keterbatasan lensa kamera, Bambang bergeser sedikit lebih dekat dari jarak 20 meter yang dianjurkan protokol guna mendapatkan kualitas gambar yang layak.
Namun, baru mengambil tiga jepretan, seorang petugas Satpol PP mendatanginya dengan nada ketus. “Dari media mana? Jangan di sini, pindah ke belakang,” gertak petugas tersebut.
Bambang menuruti arahan tersebut, namun di lokasi baru, ia kembali dihadang oleh petugas Satpol PP lain bernama Maman. Meski Bambang sudah menunjukkan kartu identitas pers (ID Card) yang tergantung di lehernya, ia tetap dipaksa menjauh dari panggung. Saat berusaha mengambil satu foto terakhir, ia kembali dibentak oleh petugas lainnya.
Bambang menegaskan bahwa tindakan tersebut sudah melampaui batas dan menghalangi kerja jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Menurut saya tindakan itu berlebihan. Sebagai wartawan, saya memiliki hak dan kewajiban untuk meliput acara tersebut secara layak,” tegasnya.
Jurnalis Perempuan Dipermalukan lewat Mikrofon
Tak hanya Bambang, perlakuan diskriminatif juga menimpa tiga jurnalis perempuan, yakni Ipeh (pojoksatu.id), Sally (infobogor.net), dan Neliyani (ceklissatu.com).
Alih-alih mendapatkan ruang peliputan yang kondusif, mereka justru dipermalukan di hadapan massa. Melalui pengeras suara dari podium utama, panitia mengeluarkan instruksi bernada pengusiran kepada para wartawati tersebut agar tidak duduk di area jalur kirab, padahal acara inti baru akan dimulai dua jam kemudian.
Instruksi provokatif yang disiarkan via mikrofon tersebut memicu sorak-sorai pengunjung, yang secara langsung menjatuhkan martabat dan mengganggu psikologis para jurnalis yang sedang bertugas.
Hingga berita ini dirilis, pihak Satpol PP Kota Bogor maupun panitia penyelenggara Kirab Mahkota Binokasih belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan aksi arogansi dan perlakuan tidak menyenangkan terhadap awak media tersebut.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post