BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Banjir setinggi hingga dua meter menerjang dua desa di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu sore, 11 Februari 2026. Dua lokasi terdampak berada di Kampung Cicerewet, Desa Cijayanti, serta kawasan perumahan di Desa Bojong Koneng.
Di Kampung Cicerewet, banjir terjadi setelah Kali Sarapati meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu cukup lama. Air menggenangi puluhan rumah dengan ketinggian bervariasi antara 1,5 meter hingga 2 meter.
Salah seorang warga, Diah, mengatakan air datang tiba-tiba sehingga ia tak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya. “Awalnya tidak tahu ada banjir. Mau naik ke atas untuk beres-beres, air sudah masuk. Tidak keburu. Airnya langsung meluap,” kata dia.
Menurut Diah, derasnya arus sempat menjebol tembok rumah warga. “Airnya besar sekali sampai tembok jebol. Kasur dan perabotan terbawa semua. Saya takut sampai menangis,” ujarnya.
Ia menyebut banjir di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Diah menduga penyempitan aliran sungai akibat pembangunan membuat air lebih cepat meluap saat hujan deras. Warga, kata dia, berharap pemerintah menghadirkan solusi permanen, termasuk kemungkinan relokasi ke tempat yang lebih aman.
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung menuju lokasi.
“Saat tiba di lokasi, air menggenangi rumah warga dengan ketinggian 1,5 meter sampai 2 meter,” kata dia.
Data sementara BPBD mencatat 68 keluarga atau 90 jiwa terdampak banjir di Kampung Cicerewet. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Air sudah mulai surut. Tim BPBD bersama Damkar melakukan pembersihan rumah warga dan akses jalan. Jalan raya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Jalaludin.
Selain di Cijayanti, banjir juga terjadi di Desa Bojong Koneng. Di kawasan perumahan itu, satu unit mobil Toyota Avanza dilaporkan terbawa arus saat terparkir.
“Kendaraan dalam kondisi terparkir dan tidak ada orang di dalamnya,” kata Jalaludin.
Mobil tersebut mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada kaca belakang yang pecah dan bodi samping yang rusak akibat benturan arus serta bebatuan. BPBD menduga banjir di Bojong Koneng dipicu luapan sungai di sekitar perumahan, diperparah intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah yang masih labil akibat aktivitas pembangunan.
Petugas bersama warga kini masih membersihkan lumpur dan material sisa banjir. BPBD berkoordinasi dengan dinas terkait untuk langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak di Babakan Madang.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post