BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Suara peluit dan teriakan komando menggema di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu, 30 Agustus 2025. Di tengah teriknya matahari, puluhan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor beradu cepat melompati halang rintang, mengenakan alat pelindung diri, hingga menaklukkan simulasi api.
Itulah suasana Skill Competition yang digelar Damkar Kabupaten Bogor dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Bagi sebagian orang, lomba ini mungkin sekadar pertunjukan keterampilan. Namun bagi para petugas pemadam, kegiatan tersebut adalah bagian dari latihan yang mendekati situasi nyata: menghadapi bahaya, bekerja dalam tekanan, dan menjaga kekompakan tim.
“Damkar itu hampir tiap hari berada di medan pertempuran. Baik pemadaman maupun penyelamatan, selalu berhadapan dengan risiko,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, kepada wartawan.
Yudi menekankan, kompetisi tidak semata-mata menguji kecepatan dan ketepatan anggota. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi lintas sektor di tubuh Damkar Kabupaten Bogor.
“Selain pemantapan kemampuan, kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi. Damkar Kabupaten Bogor tersebar di berbagai sektor, mulai dari Parung Panjang di ujung barat hingga Cariu di timur, dari Parung di utara hingga Ciawi di selatan. Momen seperti ini jarang terjadi, sehingga penting bagi anggota untuk bisa berkumpul, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan,” jelasnya.
Dalam lomba ini, terdapat empat nomor yang dipertandingkan. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD), melewati halang rintang, penggunaan tabung pemadam, hingga simulasi pemadaman api. Semua tantangan dirancang sedekat mungkin dengan kondisi di lapangan agar keterampilan yang diasah benar-benar relevan.
Bagi Yudi, skill competition ini adalah gambaran kecil dari betapa pentingnya koordinasi lintas sektor dan lembaga. Ia menegaskan, penanganan kebakaran maupun penyelamatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Damkar.
“Dalam setiap kejadian, kami tidak bisa lepas dari stakeholder lain. Ada Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan juga kepolisian. Semua harus bekerja bersama. Karena itu, kebersamaan yang dilatih di sini akan sangat menentukan di lapangan,” kata Yudi.
Momen ini, menurut Yudi, menjadi pengingat bahwa tugas Damkar bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga menjaga nyawa dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah kekompakan. Itu yang ingin terus kita tanamkan. Karena dalam medan sesungguhnya, hanya dengan kekompakan dan koordinasi yang baik kita bisa menyelamatkan banyak nyawa,” tutur Yudi menutup wawancara.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post