Ia melanjutkan, pihaknya dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bogor, sudah berjalan kaitan pengolahan limbah.
“Dari pihak DLHK membantu dan merekomendasikan untuk cara pengolahan sampah dengan beberapa pengusaha diantaranya, Hotel 101, Ibis, restoran wekender, shabuhaci dan de leuit,” ucapnya.
Namun saat ini, kebutuhan belum terpenuhi. Karena kebutuhan komunitas sampah organik saja bisa mencapai empat ton untuk konversi maggot.
“Mudahan- mudahan kedepannya permasalahan permasalahan sampah mungkin tidak jadi masalah. Akan tetapi jadi nilai ekonomis,” tuturnya.
Saat ini Kelompok budidaya maggot BSU Siliwangi sudah terealisasi perwillayah. Pihaknya bersama PD Pasar bekerjasama dan sudah mau mengolah sampah ke konversi maggot.
























Discussion about this post