BogorOne.id | Kabupaten Bogor – Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Bogor pada awal November 2025 mengalami kenaikan dibandingkan dengan minggu kedua Oktober 2025. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya perubahan cuaca dan masalah distribusi.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan harga. Namun, terdapat beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan, seperti beras premium turun 0,49 persen, beras medium turun 0,08 persen, minyak kita turun 0,92 persen, cabai rawit merah turun 9,57 persen, cabai rawit hijau turun 6,52 persen, bawang putih turun 1,61 persen, serta daging ayam ras turun 1,58 persen.
Untuk mengantisipasi gejolak harga di pasar, DKP Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan instansi terkait melalui berbagai program, di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Taman B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.
Kepala bidang DKP Kabupaten Bogor, Sutriana menjelaskan, kenaikan harga beberapa komoditas, terutama cabai, disebabkan oleh kombinasi faktor produksi, distribusi, dan kebijakan.
“Cuaca ekstrem sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman cabai. Curah hujan tinggi bisa menyebabkan serangan penyakit seperti busuk daun dan antraknosa (patek), sedangkan di musim kemarau tanaman kekurangan air. Kondisi ini menyebabkan hasil panen menurun, jelas Sutriana kepada BogorOne, Kamis 13 Nopember 2025.
Selain itu, faktor distribusi dan rantai pasok juga turut berperan. Distribusi yang panjang dari petani hingga konsumen menyebabkan adanya margin keuntungan di setiap tingkat, ditambah biaya transportasi yang meningkat akibat harga bahan bakar.
Permintaan pasar yang tinggi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, turut mempercepat kenaikan harga. Cabai termasuk komoditas yang bersifat tidak elastis, artinya meski harga naik, masyarakat tetap membutuhkannya.
“Spekulasi dan penimbunan oleh sebagian pelaku pasar juga menjadi penyebab tambahan. Ketika harga mulai naik, stok ditahan agar bisa dijual saat harga puncak,” ujarnya.
Disisi lain, pemerintah melalui DKP berupaya melakukan langkah-langkah stabilisasi harga dan memastikan pasokan tetap terjaga, agar masyarakat tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi harga pangan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post