BogorOne.co.id | Kota Bogor – Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sepakat dalam mewujudkan pelayanan air bersih 100 persen kepada masyarakat.
Kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) yang juga diikuti oleh para direksi Perusahaan Daerah Air Minum se-Indonesia di Hotel Royal Bogor, pada Rabu (16/11/22).
Ketua Panitia Pelaksanaan Bimtek yang juga Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Hanafi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari.
Di hari pertama, Bimtek dilaksanakan dengan pemberian materi tentang penyusunan rencana kerja bisnis, peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan sebagainya.
“Kegiatan ini merupakan program kerja Asdepamsi tahun 2022. Tujuannya untuk mensinergikan Bimtek dan raker antara direksi dan dewan pengawas untuk memajukan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat secara merata dan adil,” ungkap Hanafi.
Hanafi memaparkan, sesuai rencana kerja, dalam raker Asdepamsi beberapa waktu lalu dewan pengawas dan direksi PDAM se-Indonesia sepakat untuk mendukung program pemerintah cakupan pelayanan 100 persen.
Untuk itu, sinergitas antara direksi dan dewan pengawas dalam membangun perusahaan sangat diperlukan, karena sinergitas ini menjadi poin penting untuk menciptakan kinerja PDAM yang lebih baik lagi.
Selain pemberian materi oleh ahli di bidangnya, dalam Bimtek ini juga para peserta akan melakukan kunjungan kerja ke intake Ciherang Pondok milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami bawa ke intake itu untuk melihat bagaimana pengolahan airnya, seperti sistemnya, berapa liter per detik air yang didistribusikan ke masyarakat dan sebagainya,” kata Hanafi yang didampingi Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Kota H. Rivelino Rizky.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kegiatan ini memiliki tujuan agar direksi dan badan pengawas sebagai perwakilan kepala daerah memiliki pemahaman yang sama dan sejalan untuk memberikan pelayanan air minum yang adil dan merata.
Selain kegiatan Bimtek, Kota Bogor sebagai tuan rumah juga menampilkan beberapa kesenian tradisional untuk menyambut para peserta, di antaranya adalah penampilan kecapi suling.
Ia menambahkan, Kota Bogor sebagai kota penyanggah ibu kota yang masuk ke dalam interline Jakarta memberikan konsekuensi tingginya tuntutan pelayanan air bersih di Kota Bogor.
“Untuk peserta bimtek melebihi 100 orang, dari target 75 orang, artinya kegiatan ini sangat penting,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Asdepamsi Dody Rosadi usai membuka bimtek menjelaskan, kegiatan di Kota Bogor ini merupakan hasil keputusan rakernas Asdepamsi di Lombok pada Agustus kemarin.
Dalam rakernas itu diputuskan bahwa program selanjutnya adalah bimtek tentang penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Mengingat juga ketuk palu RKA yang ditandatangani kuasa pemilik modal (KPM) pada Desember.
Oleh karenanya, lanjut Dody, penyusunan RKA menjadi hal penting. Dirinya juga mengingatkan dalam menyusun RKA 2023 sesuai dengan peraturan dan harus terarah berkenaan dengan pelayanan air bersih.
“Penyusunan RKA juga harus terarah, apalagi di kota-kota besar banyak hal-hal seperti kebocoran perbaikan pipa dan menambah sambungan juga tuntutan, sehingga tambah banyak masyarakat yang menikmati air bersih,” paparnya.
Pihaknya menargetkan dalam dua tahun kedepan atau hingga tahun 2024 ada sebanyak 40 juta penduduk Indonesia dapat menikmati air bersih dengan capaian 10 juta sambungan. Sementara saat ini tercatat ada 3 juta sambungan PDAM di seluruh Indonesia.
Dody berharap dengan adanya Bimtek ini para peserta semakin menguasai ilmu terkait penyusunan RKA sesuai aturan Permendagri 118/2018. “Kami hadirkan narasumber dalam bimtek mantan ketua dewan pengawas PAM Jaya serta dirum Perumda Tirta Pakuan,” pungkasnya. (*)
























Discussion about this post