BogorOne.co.id | Kota Bogor – Gara-gara akses jalannya dihilangkan oleh Perumahan Grand Pajajaran Residence yang dikelola PT Dunia Maha Karunikaya (DMK), warga Kampung Parung Banteng, RT 03, RW 01, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur ngamuk.
Mereka melakukan protes terhadap dengan mendatangi lokasi proyek, Kamis (18/03/21). Abdullah tokoh pemuda setempat menuturkan, sejak puluhan tahun laku warga memiliki akses jalan yang tembus ke Jalan R3.
Tetapi sekarang ada pembangunan proyek perumahan dan akses jalan bagi warga dihilangkan. “Kami menginginkan akses jalan untuk warga, karena sudah puluhan tahun akses jalan itu sudah ada,” katanya.
Marahnya warga juga tersulut, karena
pada saat rapat dengan pihak pengembang, bahwa akses jalan tidak akan diberikan dan dihilangkan.
Padahal sebelumnya, pihak pengembang menjanjikan bahwa akan memberikan akses jalan tembus dari perkampungan warga ke Jalan R3.
“Kami kecewa pihak pengembang tidak akan memberikan akses jalan karena beralasan lahannya sedikit hanya 5,3 hektare. Selain itu menyangkut keamanan juga sehingga akses jalan bagi warga dihilangkan,” jelasnya
Senada, Ketua RT 03 Masun mengatakan, sejumlah keluhan warga sudah disampaikan kepada pihak pengembang, dari mulai soal kebisingan pekerjaan di proyek, soal akses jalan warga dan menyempitnya saluran drainase.
Bahkan soal kompensasi kepada warga juga yang tidak ada realisasinya, padahal pihak pengembang berjanji akan memberikan kompensasi kepada warga, seperti bantuan sembako dan bantuan lainnya bagi warga terdampak.
Diakui dia, bahwa pihaknya sudah mengadukan ke Kelurahan dan sudah beberapa kali rapat tapi tidak ada juga ditemukan solusinya.
“Akses jalan warga tetap saja tidak diberikan dan ditutup total. Warga akan mengadukan permasalahan ini kepada Walikota dan DPRD Kota Bogor, tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Dunia Maha Karunikaya (DMK), dan saat dihubungi untuk dikonfirmasi tidak merespon. (Gie)





























Discussion about this post