BogorOne.co.id | Kota Bogor – Disdik Kota Bogor memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama tetap berlangsung secara tatap muka. Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring tidak diberlakukan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan, seluruh sekolah diminta menjalankan proses belajar secara normal di kelas.
“Kami sampaikan kepada orang tua dan sekolah bahwa KBM tetap berlangsung tatap muka. Tidak ada rencana mengalihkan ke PJJ,” kata Herry, Senin, 30 Maret 2026.
Menurut dia, keputusan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang tidak berencana menerapkan kembali pembelajaran daring, termasuk dalam konteks kebijakan penghematan energi. Herry menilai, pembelajaran langsung di kelas lebih efektif untuk menjaga capaian literasi dan numerasi siswa.
Selain itu, kehadiran siswa di sekolah dinilai penting dalam membentuk karakter dan kedisiplinan sejak dini. Karena itu, Disdik meminta sekolah tetap memprioritaskan pembelajaran luring.
Meski demikian, Herry mengimbau satuan pendidikan melakukan efisiensi energi secara internal, seperti mengatur penggunaan listrik dan fasilitas pendukung, tanpa mengganggu kegiatan belajar.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan tidak ada rencana penerapan pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi. Menurut dia, proses belajar akan tetap berlangsung normal dengan sistem tatap muka lima hari dalam sepekan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post