BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kerusakan yang menimpa sejumlah shelter Biskita Transpakuan di Kota Bogor akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Setelah berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi shelter yang sudah rusak dan kumuh, Dinas Perhubungan Kota Bogor berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap tahun ini.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Bogor, Bayu Herlambang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan 10 shelter yang kondisinya paling parah dan menjadi prioritas perbaikan.
“Kami sudah lakukan survei, dan memang ada 10 shelter yang fisiknya sudah sangat memprihatinkan. Mulai dari kursi yang rusak, atap bocor, hingga coretan vandalisme yang mengurangi kenyamanan dan keamanan pengguna,” ujar Bayu, Rabu (13/8/2025).
Menurut Bayu, kerusakan ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga berpotensi membahayakan warga yang menunggu angkutan umum.
“Karena itu, kami sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp260 juta khusus untuk perbaikan shelter ini pada tahun ini,” tambahnya.
Perbaikan tersebut dijadwalkan berlangsung bertahap agar tidak mengganggu layanan transportasi dan mobilitas warga. Shelter yang menjadi fokus utama tersebar di beberapa titik strategis, antara lain Shelter Bantarjati 2 (VIP), PDAM 2, Dishub, Unitex 1 dan 2, Sindangsari 1 dan 2, Pakuan 1, Pulo Armin, serta Vila Duta.
Selain perbaikan, Bayu menekankan pentingnya perawatan dan menjaga fasilitas umum agar tidak cepat rusak.
“Untuk shelter yang belum diperbaiki tahun ini, kami tetap lakukan perawatan rutin. Kami juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dan keamanan shelter, jangan dicoret-coret atau dirusak, karena fasilitas ini untuk kenyamanan kita bersama,” ujarnya.
Kondisi shelter Biskita yang sempat dikeluhkan warga memang mempengaruhi kenyamanan dalam menggunakan transportasi umum di Kota Bogor. Rusaknya fasilitas ini juga dapat menurunkan minat masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi berbasis shelter, yang pada akhirnya berimbas pada kemacetan dan penurunan kualitas layanan.
“Perbaikan shelter bukan hanya soal memperindah kota, tapi juga meningkatkan pelayanan publik dan mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum,” tutur Bayu.
Langkah pemerintah Kota Bogor ini disambut baik oleh sejumlah pengguna Biskita Transpakuan. Warga berharap perbaikan dapat segera terlaksana dan fasilitas umum dapat dijaga bersama agar bertahan lama.
Dengan alokasi anggaran dan rencana perbaikan yang sudah disusun, Dinas Perhubungan optimistis kondisi shelter Biskita Transpakuan akan lebih layak dan aman untuk digunakan, mendukung mobilitas warga Kota Bogor yang semakin berkembang.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post